Assalamualaikum teman-teman.
Kita belajar sejarah lagi, yuk!
Masa Nabi Muhammad SAW adalah masa paling indah bagi para pengikutnya, mereka dapat menyaksikan langsung akhlak Rasulullah SAW. Periode ini oleh sejarawan dikategorikan pada periode sejarah klasik.
Kondisi Mekah dan Madinah Sebelum Kedatangan Islam
Dari segi keyakinan, masyarakat Arab sebelum datangnya Islam dikenal sebagai masyarakat jahiliyah. Mereka saat itu masih menyembah berhala, memiliki pandangan bahwa hidup hanya di dunia saja dan tidak ada lagi kehidupan sesudahnya. Oleh karena itu, masyarakat Arab sangat suka berbuat maksiat hanya untuk kesenangan dunia saja.
Dari segi ibadah, bangsa Arab terbagi menjadi beberapa golongan. Golongan tersebut memiliki kepercayaan yang berbeda-beda sesuai dengan keyakinan mereka masing-masing. Golongan tersebut sebagai berikut;
- Golongan yang mengingkari Allah Swt dan hari kebangkitan,
- Golongan yang mengakui adanya Allah Swt tetapi mengingkari adanya hari kebangkitan,
- Golongan penyembah berhala,
- Golongan yang mengimani kitab-kitab terdahulu, dan
- Golongan penyembah malaikat, jin, dan roh.
Selain menyembah berhala, di kalangan bangsa Arab ada pula yang menganut agama Nasrani, Yahudi, dan Majusi.
Dari segi sosial, masyarakat Arab jahiliyah hidup berkelompok dalam suatu suku atau kabilah. Kaum wanita saat itu dianggap paling lemah sehingga mereka tidak menyukai anak perempuan, bahkan mereka menganggap anak perempuan sebagai aib dalam keluarga dan tega menguburkannya hidup-hidup.
Namun, peradaban bangsa Arab sebelum datangnya Islam tidaklah sepenuhnya primitif. Kehidupan mereka sudah cukup maju. Ada beberapa hal yang dapat dikatakan sebagai kemajuan bangsa Arab sebelum Islam.
- Tradisi keilmuan yang sudah berkembang
- Mereka mahir dalam bisnis perdagangan
- Beternak dan bertani
- Mahir dalam bersyair
- Sangat menghormati tamu
- Suka menepati janji
Lahirnya Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW dilahirkan di kota Mekah pada tanggal 12 Robiul Awal atau 20 April 571 Masehi. Beliau dilahirkan dari rahim seorang ibu yang mulia bernama Aminah dalam keadaan yatim, karena ayah beliau Abdullah sudah wafat saat beliau berada di dalam kangdungan ibunya.
Beliau tumbuh dan besar di kalangan bangsa Quraisy, menggunakan bahasa mereka, yaitu bahasa Arab. Dari kecil beliau sudah menunjukkan akhlak yang sangat mulia, sehingga beliau mendapat julukan Al Amin, yang berarti terpercaya. Ini menandakan bahwa akhlak Rasulullah SAW sangatlah mulia, sehingga siapapun dapat merasakan dan menyaksikannya sendiri, sampai menyanjungnya dengan sebutan Al Amin tersebut.
Saat umur beliau menginjak umur 6 tahun, beliau menjadi yatim piatu karena sang ibu wafat. Kehidupan beliau selanjutnya diasuh oleh kakek beliau yaitu Abdul Muthalib.
Pada umur 12 tahun, beliau sudah mengenal perdagangan, sebab saat itu beliau sudah diajak berdagang oleh pamannya, Abu Thalib ke negeri Syam. Dari pengalaman berdagang beliau inilah, Nabi Muhammad SAW di masa remajanya, bekerja pada seorang saudagar wanita bernama Khadijah, yang kemudian menjadi istri beliau.
Dakwah Rasulullah SAW
Fase kenabian Rasulullah SAW dimulai sejak beliau menerima wahyu untuk pertama kali, yaitu saat beliau berumur 40 tahun dan sedang ber'uzlah di gua Hira. Ayat Al Qur'an yang pertama kali turun adalah surat Al Alaq ayat 1-5. Fase ini menandakan dimulainya dakwah Islam baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan.
Pada periode ini, selama kurang lebih tiga tahun, Rasulullah SAW berdakwah secara sembunyi-sembunyi di rumah seorang sahabat bernama Arqam Bin Abil Arqam. Dakwah secara sembunyi-sembunyi ini dilakukan oleh Rasulullah SAW untuk menghindari gejolak yang sangat mungkin terjadi di kalangan masyarakat. Beliau memulai dakwahnya kepada keluarga dan kerabatnya.
Beberapa kerabat dan sahabat beliau mulai memeluk agama Islam dan merupakan generasi awal yang mengikuti dakwah beliau, mereka kemudian disebut dengan Assabiqun Al Awwalun yang terdiri dari Siti Khadijah, Ali Bin Abi Thalib, Abu Bakar Assiddiq, Zaid Bin Haritsah, dan Ummu Aiman.
Setelah melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi, Rasulullah melanjutkan dakwahnya secara terang-terangan. Di awal dakwahnya, Rasulullah menghadapi berbagai cobaan yang datang dari arah kaum kafir Quraisy, penyiksaan, pemboikotan, dan ancaman pembunuhan dihadapi dengan tabah oleh Rasulullah dan para pengikutnya.
Penyiksaan-penyiksaan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy, menjadikan hidup para pengikut Rasulullah SAW semakin menderita. Sehingga Rasulullah berinisiatif untuk melakukan hijrah.
Ada 3 peristiwa hijrah yang menghiasi perjalanan dakwah Rasulullah SAW.
- Hijrah ke Habasyah, sesuai dengan perintah hijrah dari Allah Swt kepada Rasulullah, umat Islam saat itu melakukan hijrah ke Habasyah.
- Hijrah ke Thaif, alasan nabi memilih Thaif sebagai tujuan hijrah pertama beliau karena Thaif merupakan kota kedua setelah Mekah, disana ada keluarga beliau. Beliau berharap dapat perlindungan dan dakwahnya bisa diterima, namun kenyataanya penduduk kota Thaif tidak mau memberikan dukungan kepada dakwah Rasulullah SAW.
- Hijrah ke Yatsrib. Penduduk kota Yatsrib meminta Rasulullah SAW untuk hijrah ke kota mereka dan berjanji akan memberikan perlindungan kepada beliau dan pengikutnya. Kota Yatsrib menjadi tempat paling aman untuk hijrahnya Rasulullah SAW dikernakan disana sudah banyak penganut agama Islam yang dibawa oleh suku Aus dan Khazraj yang berbai'at kepada Rasulullah saat kunjungan mereka ke Mekah dalam rangka melaksanakan ibadah haji. Setelah peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW kota ini kemudian dikenal dengan Madinah.
Dakwah Rasulullah di Madinah merupakan awal berkembangnya agama Islam. Dengan kecerdasan Rasulullah dalam memimpin umatnya, ada beberapa hal yang dilakukan beiau saat tiba di kota Madinah, diantaranya;
- Membangun masjid sebagai pusat dakwah beliau
- Mempersatukan suku Aus dan Khazraj
- Mempersatukan kaum Muhajirin dan Ansor
- Penanaman nilai-nilai moral, dan
- Membentuk tatanan masyarakat yang terstruktur.
Setelah kekuatan Islam dinilai cukup kuat untuk melakukan upaya defensif terhadap semua interfensi kaum kafir Quraisy, umat Islam tidak lagi dengan mudah disiksa oleh kaum kafir Quraisy, mereka sudah mampu untuk memberikan perlawanan terhadap upaya jahat orang-orang Kafir Mekah. Hal inilah yang menimbulkan beberapa peristiwa perang yang terjadi antara umat Islam dengan kaum kafir, diantaranya;
Perang badar
Perang Badar adalah perang pertama yang terjadi antara umat Islam dengan orang-orang kafir Mekah. Perang ini terjadi pada tahun ke-2 hijriyah. Umat Islam yang berjumlah 313 orang bertemu dengan 1000 pasukan kaum Kafir Mekah di lembah bernama Badar. Perang ini dimenangkan oleh pasukan kaum muslimin.
Perang Uhud
Perang Uhud merupakan upaya balasan dari kaum kafir karena kekalahan mereka di perang Badar. Mereka menghimpun kekuatan dan melancarkan perang berikutnya di tahun ke-3 hijriyah. Pada perang ini umat Islam mengalami kekalahan dikarenakan pasukan pemanah yang harusnya berjaga diatas bukit turun karena tergiur harta rampasan.
Perang Khandaq
Perang Khandaq adalah perang yang terjadi antara kaum muslimin dengan kaum kafir Mekah yang datang untuk menyerbu Madinah. Perang ini adalah upaya mempertahankan Kota Madinah dari serangan kaum Kafir Mekah.
Sebagai pertahanan, salah satu sahabat Nabi dari Persia bernama Salman Al Farisi mengusulkan pembuatan parit (dalam bahasa Arab; khandaq) sebagai benteng yang dapat melindungi kota Madinah dari serbuan langsung orang-orang kafir Mekah.
Perang Mu'tah
Perang ini disebabkan karena Haris Al Ghassani, menolak penyampaian wahyu dan ajakan masuk Islam yang dilakukan Rasulullah SAW. Rasulullah mengirim pasukan dibawah komando Zaid Bin Haritsah. Pihak muslimin mendapat kesulitan menghadapi pasukan Al Ghassani yang dibantu pasukan Romawi. Beberapa sahabat gugur dalam pertempuran tersebut, termasuk Zaid Bin Haritsah sendiri. Akhirnya, Khalid Bin Walid mengambil alih komando pasukan dan menarik pasukan muslimin ke Madinah.
Fathu Mekah
Fathu Mekah atau penaklukan Mekah dilatarbelakangi oleh anggapan kaum kafir Quraisy kekuatan kaum muslimin telah hancur akibat kalah perang di Mu'tah, sehingga isi perjanjian Hudaibiyah tidak penting lagi bagi mereka. Kaum kafir Quraisy malakukan penyerangan terhadap Bani Khuza'ah yang berada di bawah perlindungan Rasulullah SAW. Rasulullah mengumpulkan kurang lebih 10.000 pasukan menuju Mekkah. Mekah dapat ditaklukkan dengan mudah dan banyak penduduknya yang masuk Islam.
Setelah peristiwa Fathu Mekah, banyak respon yang muncul dari berbagai pihak yang menimbulkan beberapa peperangan lainnya. Seperti peristiwa Tabuk, Hunain dan perang Thaif. Namun islam bukan tambah mundur tapi malah semakin banyak penganutnya.
Islam dibawah kepemimpinan langsung oleh Rasulullah sangatlah tertib dan indah, segala urusan bertumpu pada keputusan Rasulullah SAW. Sehingga kemajuan islam terjadi dengan sangat cepat di bawah kepemimpinan langsung beliau.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar