Berikut ini saya tuliskan contoh makalah Sejarah Peradaban Islam tentang bagaimana peradaban dunia sebelum datangnya Islam.
Kata Pengantar
Puji Syukur saya panjatkan kepada
Allah Swt yang telah menganugerahi manusia dengan akal. Shalawat dan salam
kepada Nabi Muhammad SAW yang telah mengajarkan Islam sebagai sebaik-baik
agama.
Ucapan terimakasih kepada bapak/ibu
dosen/guru yang telah meluangkan waktunya dalam membimbing saya. Tak lupa juga,
kepada teman-teman siswa/mahasiswa yang selalu mendukung saya dalam
menyelesaikan tugas makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini, saya
menyadari masih banyak kesalahan dan kekurangan dalam teknik penulisan maupun
materinya, mengingat kualitas saya sebagai penulis yang jauh dari kata
’sempurna’. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak senantiasa
penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan makalah berikutnya.
Dengan segala kerendahan hati, kritik
dan saran yang membangun dari pembaca menjadi penyemangat saya untuk menyajikan
makalah yang lebih baik di waktu yang akan datang dan pada tugas mata kuliah
selanjutnya.
(Tempat, tanggal, bulan, dan tahun
penyusunan)
Penyusun
BAB I
Pendahuluan
1.1. Latar Belakang Masalah
Islam
muncul bersamaan dengan diutusnya Rasulullah SAW sebagai nabi, yaitu Ketika
beliau berumur 40 tahun. Saat itu Rasulullah SAW sedang beruzlah di Gua Hira
untuk memohon petunjuk kepada Allah Swt tentang keadaan Masyarakat Mekah saat
itu yang sedang dalam keadaan kacau. Mereka hidup di dalam kesesatan dan
jauh dari ajarah tauhid.
Turunnya wahyu
pertama yaitu surat Al Alaq menjadi awal mula diutusnya Nabi Muhammad menjadi
Rasul yang otomatis beliau menerima perintah dakwah untuk mengajarkan agama
Islam.
Saat itu Mekah
belum semaju sekarang, Mekah dan Madinah bukanlah pusat peradaban dunia yang
membawa perubahan besar terhadap keadaan dunia. Mekah dan Madinah hanyalah kota
kecil yang ditinggali oleh beberapa suku. Mekah belum memunculkan sinar
peradaban yang dapat menarik perhatian dunia.
Setelah datangnya
Islam, dan Islam berkembang dengan pesatnya dibawah kepemimpinan Rasulullah dan
dilanjutkan dengan kepemimpinan Khulafa Al Rasyidin, barulah dunia
menaruh perhatiannya kepada satu peradaban baru yang muncul dari dua kota suci
yaitu Mekah dan Madinah.
Islam mulai
menampakkan pengaruh yang besar terhadap perubahan yang mulai merubah kebiasaan
lama. Bukan hanya itu, wilayah kekuasaan Islam juga secara perlahan melebar dan
mendekati daerah-daerah dengan peradaban yang lebih kuno.
Munculnya Islam
disertai dengan perkembangannya yang cukup cepat membuat penguasa kekaisaran
Romawi dan kekaisaran Persia mulai gusar dan menganggap Madinah sebagai pusat
pemerintahan Islam ini menjadi ancaman terhadap kekuasaan Romawi dan Persia.
Penguasa dua kekaisaran ini tidak lagi menganggap Mekah dan Madinah sebagai
tempat dengan peradaban yang tertinggal jauh, namun mengganggap bahwa suatu
hari nanti, peradaban yang berasal dari Mekah dan Madinah ini akan menggeser
kekuasaan kekaisaran mereka.
1.2. Rumusan Masalah
Dari latar belakang
masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut
;
1.
Bagaimana keadaan
dunia sebelum datangnya Islam?
2.
Peradaban mana saja
yang sudah muncul sebelum datangnya Islam?
3.
Bagaimana keadaan
sosial, budaya, agama, dan ekonomi dunia sebelum datangnya Islam?
1.3.
Tujuan Penulisan
Tujuan dari
penulisan makalah ini adalah
1.
Pembaca dapat
memahami bagaimana situasi peradaban dunia sebelum datangnya Islam.
2.
Pembaca mengetahui dua
kekaisaran besar yang berkuasa di barat dan timur dunia.
3.
Pembaca dapat
mengetahui keadaan sosial budaya masyarakat dunia sebelum datangnya Islam.
4.
Pembaca dapat
mengetahui agama dan keyakinan yang dianut oleh penduduk dunia sebelum
datangnya agama Islam.
BAB II
Pembahasan
I.
Peradaban Dunia
Sebelum Islam
Menjelang datangnya Islam, peradaban
dunia sangat jauh dari ajaran Allah Swt. Pada masa itu, terdapat dua peradaban
besar yang membuat dunia seakan terbagi menjadi dua, yaitu Kekaisaran Romawi
Timur (Byzantium) di barat dan Kekaisaran Persia di Timur, dua kekaisaran besar
yang menjadi tetangga Arab, tempat lahirnya Islam kelak.
Dua kerajaan ini merupakan super
power dunia pada saat itu sekaligus merupakan adikuasa dunia. Arab sebagai
awal munculnya Islam belum dikenal dalam pencaturan Sejarah peradaban dunia.
Arab hanya dianggap sebagai daerah gersang dengan kota-kota kecil dan peradaban
yang jauh dari kata maju. Tidak ada yang mengira bahwa dari kota kecil di Arab
inilah akan muncul satu peradaban besar yang di kemudian hari merubah struktur
peradaban dunia.
Untuk mengetahui peradaban dunia
sebelum datangnya Islam secara menyeluruh, kita perlu melihat dan
memperhatikannya lewat beberapa aspek. Aspek tersebut meliputi filsafat, agama,
politik, sosial, budaya, bahasa, kesenian, dan kehidupan intelektual.
II.
Peradaban Romawi Timur
Romawi
timur merupakan kekaisaran yang berasal dari perpecahan kekaisaran besar yaitu
kekaisaran Romawi. Kekaisaran Romawi didirikan pada tahun 753 sebelum masehi
(SM), dengan ibu kotanya Roma, dan usianya lebih dari 1000 tahun. Pada tahun 30
masehi, kerajaan ini terpecah menjadi dua bagian, Romawi Barat di Eropa dengan
ibu kotanya Roma, dan Romawi Timur dengan ibu kotanya Konstantinopel (sekarang Instanbul).
Kekaisaran
Romawi Timur atau dikenal dengan Byzantium beribu kota di Konstantinopel. Penamaan
ibu kota ini diambil dari nama salah satu penguasanya, yaitu Raja Konstantinus
Agung. Kota ini memiliki sistem pertahanan yang luar biasa kuat dengan
dibangunnya benteng Konstantinopel yang sulit ditembus oleh siapapun.
Kerajaan
Romawi mengalami puncak kejayaannya pada masa Raja Yustianus I (527-565 M), dan
pada zamannya pula terjadi peperangan seru dengan Kekaisaran Persia Sasanid.
Peperangan ini berakhir dengan perjanjian damai kekal, yang pada hakikatnya
tidak pernah kekal, karena keduanya masih menyimpan sentimen politik yang
berkepanjangan.
- Agama
Negeri-negeri yang berada di bawah kekuasaan Romawi Timur
mayoritas menganut agama nasrani, yang waktu itu terpecah menjadi beberapa
aliran. Aliran tersebut diantaranya;
1. Aliran Yaaqibah, yang banyak dianut di
Mesir, Habsyah, dan beberapa negara Afrika,
2. Aliran Nasathirah, banyak dianut di
Mosul, Irak, dan Persia,
3. Aliran Mulkaniyah, yang banyak dianut
di Afrika Utara, Sicilia, Syiria, dan Spanyol.
Aliran ini memiliki perbedaan keyakinan yang sangat berbeda
satu dengan yang lainnya. Aliran Yaakibah berkeyakinan bahwa Isa Al Masih
adalah Allah, dalam artian bahwa Allah dan kemanusiaan menyatu dalam diri Isa
Al Masih. Sedangkan aliran Nasathirah dan Mulkaniyah berkeyakinan bahwa dalam
diri Isa Al Masih terdapat dua tabiat, yaitu tabiat ketuhanan dan tabiat
kemanusiaan.
- Filsafat
Berbicara
tentang filsafat dalam peradaban Romawi Timur tidak bisa dilepaskan dari kebudayaan
Yunani yang kemudian berganti masa ke kebudayaan Romawi. Karena pada hakikatnya
kebudayaan Romawi adalah warisan dari kebudayaan Yunani. Filsafat menjadi hal
yang tidak bisa dipisahkan dari tradisi kehidupan manusia di zaman itu.
- Bahasa
dan Kesenian
Wilayah
kekaisaran Romawi Timur saat itu, terdapat tiga bahasa yang memiliki pengaruh
terhadap kehidupan, yaitu bahasa Latin, bahasa Greek, dam bahasa Suryani. Dalam
bahasa-bahasa inilah ditulis kitab-kitab suci, undang-undang, cerita,
sajak-sajak, dan sebagainya. Di bidang kesenian mengalami kemajuan di masa
pemerintahan Kaisar Yustianus I (527-565 M) dan pengganti-penggantinya, dan
meluas sampai ke Italia Utara. Patung-patung banyak dibuat, bangunan gereja
megah dengan kubah, dan yang paling terkenal adalah bangunan gereja Haghia
Sophia dengan seni arsitektur yang menakjubkan. Di samping itu, banyak
berkembang kegiatan di bidang seni lukis, seni pahat, seni bahasa, seni suara,
teater, dan sebagianya yang bernuansa semangat kegerejaan.
III.
Peradaban Kekaisaran Persia
Persia merupakan saingan
utama Kekaisaran Byzantium dalam merebut pengaruh dan kekuasaan. Keduanya
sering terlibat perang dalam memperebutkan wilayah kekuasaan satu sama lain.
Perang yang berkepanjangan
antara Kekaisaran Romawi Timur dengan Kekaisaran Persia ini membawa keduanya
kepada kemunduran yang pada akhirnya sedikit demi sedikit kedua wilayah kekuasaan
yang demikian luas ditaklukkan oleh Islam di masa-masa Islam muncul.
Pada waktu Yustianus Agung
berkuasa, kekaisaran Persia dipimpin oleh seorang raja yang adil bernama
Anusyarwan dari Persia Sasanid (Sasaniyah). Anusyarwan dengan pasukan berkuda
dan pejalan kakinya berhasil merebut beberapa wilayah Byzantium. Sedangkan
Yustianus mengadakan perlawanan yang cukup sengit di bawah panglimanya,
Belisarius, yang menyebabkan perang selama 20 tahun. Perang ini berakhir dengan
perjanjian damai, dimana Yustianus harus menyerahkan upeti sebesar 30.000 dinar
kepada Persia pertahunnya.
- Agama
Masyarakat
Persia kuno cenderung untuk menyembah berbagai fenomena alam yang mereka lihat
dalam kehidupan sehari hari, seperti langit biru, cahaya, api, udara, air dan
sebagainya. Mereka menganggap adanya alam baik dan alam jahat yang keduanya
saling bertolak belakang. Api (cahaya) dilambangkan sebagai tuhan baik,
sehingga banyak disembah oleh mayoritas penduduk Persia.
A.
Agama
Zoroaster, yang awal mulanya berasal dari abad ke 7 SM. Muncul seorang pemimpin
yang Bernama Zoroaster, yang kemudian disebut ”nabinya orang Persia”. Ia membawa
ajaran baru yang didasarkan atas prinsip agama lama yang telah diperbaikinya.
Menurut
Zoroaster, antara tuhan baik dan tuhan jahat selalu bermusuhan, yang menjelma
pada makhluk kedua tuhan itu. Tuhan baik yang membawa segala hal kebaikan oleh
mereka dianggap ada pada api (cahaya), sehingga mereka berkeyakinan bahwa
menyembah api adalah manifestasi dari menyembah tuhan baik, yang akan membawa
nasib baik bagi mereka.
B.
Almanuwiyah,
yang diciptakan oleh pemimpinnya yang bernama Manu pada tahun 215 M. Aliran
ini banyak berkembang di Eropa dan Asia. Ciri-ciri ajaran ini adalah memadukan
ajaran Zoroaster dengan ajaran Nasrani.
C.
Mazdak,
yang penyebutannya didasarkan kepada seorang ahli filsafat pengikut Manu, bernama
Mazdak yang muncul sekitar tahun 487 Masehi. Ia menganggap adanya tuhan cahaya
dan tuhan gelap. Yang unik dari ajaran ini adalah adanya kemiripan dengan
ajaran komunisme, yang mengatakan bahwa manusia dilahirkan sama, maka harus
hidup dengan sama juga. Seorang ilmuan Mesir, Ahmad Amin, menganggap bahwa
aliran Mazdak adalah komunisme tertua di dunia.
- Bahasa
Masyarakat
Persia kuno memakai bahasa resmi bahas Pahlawi, dan juga menjadi bahasa kitab
suci mereka. Oleh karena itu, pengaruh kitab suci ini sangat besar dalam
memelihara dan mengembangkan bahasa Pahlawi.
- Kesenian
Kesenian
di er Kekaisaran Persia sudah sedemikian majunya, hal ini dibuktikan dengan
peninggalan-peninggalan bersejarah yang dapat disaksikan sampai sekarang di
daerah Iraq dan Iran. Sisa bangunan Persia yang terdapat di daerah ini
membuktikan tingginya minat seni yang terjadi di masa Persia. Persia juga
terkenal dengan kesenian keramik, patung-patung, perabot rumah dari perunggu,
permadani, dan kain tenun suteranya.
IV.
Peradaban Arab Jahiliyah
Keadaan bangsa Arab sebelum datangnya Islam terdiri dari beberapa
kerajaan kecil yang mendiami beberapa wilayah berbeda, seperti Kerajaan Makyan
di Yaman, Kerajaan Saba di Yaman, Kerajaan Himyar yang terletak diantara Saba
dan Laut Merah, Kerajaan Hirah di Iraq, Kerajaan Ghassan di Syam, Negeri Hijaz
di semenanjung Arabia, dan Suku Quraisy yang mendiami Mekah. Di bawah kekuasaan
Quraisy, Mekah mengalami kemajuan.
- Agama
Agama yang
dianut oleh penduduk Mekah sebelum datangnya Islam adalah menyembah berhala
sebagai tuhan, yang disebut dengan paganisme. Bangsa Arab juga menganut
kepercayaan Nasrani, Yahudi, dan Majusi (Zoroaster).
- Keadaan
Politik
Masyarakat
Arab Jahiliyah tidak memiliki pemerintahan seperti sekarang. Mereka hanya
memiliki pemimpin yang mengurus berbagai hal dalam keadaan perang maupun damai.
- Keadaan
Ekonomi dan Sosial
Keadaan
ekonomi masyarakat Jahiliyah bergantung hanya pada sektor perdagangan,
dikarenakan daerah Arab yang gersang dan tandus, sehingga tidak memungkinkan
jika bergantung pada hasil pertanian dan perkebunan.
Kondisi
sosial bangsa Arab Jahiliyah ada yang baik dan buruk. Kondisi sosial mereka
yang baik misalnya setia kepada kawan, menepati janji, menghormati tamu, dan
tolong-menolong antara anggota kabilah. Sedangkan kondisi sosial yang buruk
diantara mereka, misalnya merendahkan derajat wanita, dan sering bermusuhan
hanya karena masalah sepele.
- Kehidupan
Intelektual
Sekalipun
Jazirah Arab terutama Hijaz dan Najd sangat terpencil dari dunia luar, namun
mereka memiliki kehidupan intelektual yang cukup tinggi. Hal ini dibuktikan
dengan majunya politik, ekonomi, dan sosial bangsa Arab.
- Bahasa
dan Kesenian
Dalam bidang
bahasa dan kesenian, Bangsa Arab sebelum datangnya Islam memiliki peradaban bahasa
dan seni yang sangat maju. Bahasa mereka adalah bahasa yang kaya. Syair-syair
mereka sangat banyak. Para penyair dan orang yang pandai berpidato dihormati
dan diletakkan di derajat yang cukup tinggi.
Dari pemaparan diatas,
Bangsa Arab Jahiliyah bukanlah Bangsa Arab yang bodoh dan terjebak dalam ketidak
majuan peradaban mereka sebelum Islam, tetapi penyebutan ’jahiliyah’ didasarkan
kepada sikap mereka yang menolak ajaran Islam padahal mereka sadar akan kebenaran
Islam.
BAB III
Penutup
Kesimpulan
Kondisi peradaban dunia sebelum dan
menjelang datangnya Islam terbagi menjadi tiga peradaban, yaitu peradaban
Romawi Timur, peradaban Persia, dan Peradaban Bangsa Arab Jahiliyah. Peradaban
ini sudah cukup maju dari berbagai aspek, baik agama, politik, sosial budaya,
bahasa, dan kesenian.
Tiga peradaban besar ini seakan
membagi dunia menjadi 3 wilayah, di barat ada kekaisaran Byzantium, di timur
ada Kekaisaran Persia, dan di Jazirah Arab terdiri dari beberapa
kerajaan-kerajaan kecil dan suku-suku yang mendiaminya.
Di Mekah sendiri, sebagai tempat
munculnya Islam, didiami oleh bangsa Arab dari Suku Quraisy yang sudah memiliki
peradaban yang cukup maju. Kemajuan itu terdiri dari kondisi politik, ekonomi,
sosial, bahasa, dan seni. Tetapi kemajuan ini tidak dapat menghilangkan sebutan
kata ”jahiliyah” untuk mereka. Jahiliyah bukan berarti mereka bodoh dalam arti
harfiyahnya, tetapi lebih tertuju pada sikap mereka yang menolak ajaran
kebenaran, padahal mereka menyadari bahwa ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah
SAW adalah benar.
Saran
Sebagai penyempurna, penulis sangat
berharap kritik dari para pembaca untuk bahan evaluasi penyusunan makalah
berikutnya. Penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang membangun
demi kesempurnaan penyusunan makalah berikutnya.
Daftar Pustaka
Amin, Syamsul Munir (2010). Sejarah Peradaban Islam. Jakarta.
Amzah