KONDISI INDONESIA SEBELUM MASUKNYA ISLAM
Sejak zaman prasejarah, penduduk Indonesia jauh sebelum masuknya Islam sudah mengenal kebudayaan yang cukup maju. Mereka dikenal sebagai pelayar-pelayar tangguh yang sanggup mengarungi lautan luas. Sejak abad awal masehi, sudah ada rute-rute pelayaran dan perdagangan yang meliputi kepulauan Indonesai dengan berbagai daerah di Asia Tenggara.
Nusantara yang dikenal sebagai penghasil rempah menjadi daya tarik tersendiri bagi para pedagang dari negeri lain untuk mencari peruntungan disana. Sehingga Nusantara memiliki nama yang cukup tenar di kalangan para pedagang dari negeri lain.
Pada peta dunia tertua yang disusun oleh Claudius Ptolemaeus, seorang gubernur kekaisaran Yunani yang berkedudukan di Alexandria Mesir, menyusun peta berjudul Geographyle telah menyebut dan memasukkan Nusantara dengan sebutan lain, yaitu Barousai. Yaitu tepatnya di pantai barat Sumatera yang saat itu kaya akan kapur barus.
Di samping itu pula, sejak abad ke 7 Masehi atau abad ke 1 Hijriyah, dimana saat itu, Islam berkembang pesat di derah Timur Tengah, banyak pedagang-pedagang dari Arab, Persia, dan India yang singgah untuk berdagang di beberapa kepulauan Indonesia. Hubungan perdagangan ini pula yang menjadikan hubungan penyebaran Islam di Indonesia semakin intensif.
Para pedagang umumnya akan singgah di daerah-daerah pelabuhan di pesisir Sumatera dan Aceh, karena memang daerah-daerah inilah yang berada di jalur perdagangan dunia saat itu.
Dari segi agama dan keyakinan, bangsa Indonesia sebelum masuknya agama Islam menganut keyakinan Animisme (meyakini kekuatan roh), Dinamisme (meyakini kekuatan suatu benda), Hindu, dan Budha.
Bangsa Indonesia yang menganut keyakinan animisme, beranggapan bahwa suatu tempat angker dan keramat didiami oleh roh tertentu, sehingga mereka meyakini bahwa tempat tersebut dapat memberikan mereka keberuntungan ataupun kebinasaan. Ada pula dari kalangan mereka yang meyakini bahwa benda kultural seperti keris, batu, pedang, dan lain-lain, memiliki kekuatan yang dapat memberi mereka kejayaan dan kehancuran.
PROSES MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA
Terdapat beberapa teori tentang dari manakah Islam pertama kali disebarkan?
Beberapa teori berbeda diungkapkan oleh sejarawan yang membaginya ke dalam beberapa teori;
Teori Arab, yang mengatakan bahwa Islam dibawa oleh pedagang Arab. Dibuktikan dengan adanya perkampungan Arab dan berdirinya Kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu Kerajaan Samudera Pasai di Aceh, dengan rajanya Sultan Malik Al Saleh.
Kedua, Teori Gujarat, yang mengatakan bahwa Islam dibawa oleh pedagang dari daerah Gujarat di India.
Ketiga, Teori Persia. Hal ini didasarkan kepada adanya kesamaan budaya di zaman dahulu antara penganut ajaran Syiah di daerah Sumatera dan di daerah Persia (saat ini Iran).
Teori China, yang mengatakan bahwa para utusan dari Kekaisaran China yang berpetualang ke Indonesia dan menyebarkan agama Islam di bumi pertiwi. Salah satu tokoh penyebar Islam menurut teori ini adalah Muhammad Cheng Ho.
Sebagaimana telah dijelaskan, bahwa pada abad ke 7 Masehi,banyak pedagang dari Arab, Persia, dan India yang singgah di pelabuhan-pelabuhan pesisir Sumatera, terutama di Aceh. Hal ini yang membawa hubungan intensif antara penduduk pesisir ini dengan para pedagang khususnya dari Arab.
Banyak pedagang Arab yang kemudian menetap di beberapa daerah di pesisir Sumatera tersebut, mereka menjalin hubungan pernikahan dengan wanita pribumi dan menyebarkan agama Islam di daerah kampung pesisir.
Penduduk Indonesia saat itu melihat para pedagang ini sebagai orang baik dan mulya, sehingga membuat mereka memiliki derajat khusus di kalangan penduduk pribumi yang membuat dakwah mereka mudah diterima di kalangan masyarakat.
Dalam proses penyebarannya, Islam disebarkan dengan beberapa jalur, tidak hanya terbatas melalui proses pernikahan saja, jalur-jalur tersebut, antara lain;
- melalui jalur perdagangan
- melalui jalur perkawinan
- melalui jalur tasawuf
- melalui jalur pendidikan
- melalui jalur kesenian, dan
- melalui jalur politik.
Kesimpulannya, pada abad ke 7 Masehi, Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang yang menetap di Indonesia dan berdakwah kepada penduduk pribumi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar