Peran suatu daerah sangatlah penting dalam mengkaji bagaimana peradaban berjalan dan berkembang. Peradaban manusia bergantung bagaimana daerah tempat tinggal mereka memberi dukungan terhadap kehidupan. Manusia dan alam sekitarnya tidak dapat dipisahkan.
Di dalam peradaban Islam
sendiri, terdapat beberapa daerah yang pernah menjadi pusat perkembangan
peradaban Islam itu sendiri. Dimulai dari dimana munculnya Islam pertama kali,
sampai pada daerah-daerah penting yang berpengaruh besar terhadap
penyebarannya. Hingga pada ujugnya Islam sampai kepada kita hari ini.
Beberapa kota penting yang
membuat peradaban Islam dapat tersebar ke seluruh dunia, antara lain;
MEKAH
Mekah merupakan tempat
lahirnya Rasulullah SAW. Di kota ini Rasulullah SAW tumbuh dan berbaur dengan
masyarakatnya.
Di Mekah, wahyu kerasulan
beliau turun, tepatnya di Gua Hira. Yang menandakan perintah dakwah Islam
secara resmi muncul. Meski penolakan terhadap ajaran Islam saat itu sangat
masif, kota ini tidak bisa dihilangkan perannya terhadap kemunculan peradaban
besar Islam. Karena di kota ini terdapat bangunan penting yang sampai sekarang
menjadi tujuan ibadah haji seluruh umat Islam di seluruh dunia.
Rasulullah SAW sebagai
pembawa ajaran Islam pertama kali sangat mencintai tempat ini. Bagaimana tidak,
tempat ini adalah tanah kelahirannya, tempat beliau tumbuh dewasa, tempat
keluarga beliau tinggal, tempat Allah menurunkan wahyu pertamaNya, dan menjadi
salah satu dari dua tempat ‘haram’ selain Madinah.
Setelah mengalami penolakan
di kota ini, Rasulullah SAW kemudian melaksanakan hijrah ke Yatsrib. Sebelum
pada akhirnya dapat ditaklukkan pada peristiwa fathu Mekah yang berhasil
menetapkan kota ini sebagai daerah kekuasaan Islam.
MADINAH
Pada awalnya, kota ini
bernama Yatsrib. Rasulullah SAW kemudian menyebut kota ini dengan sebutan
Madinah setelah beliau hijrah dan diterima dengan baik oleh penduduk Madinah
saat itu.
Di kota ini, Rasulullah
membangun pondasi Islam dengan sangat baik. Islam berkembang dengan sangat
cepat di bawah kepemimpinan beliau di Madinah. Di Madinah inilah, peradaban
besar Islam dimulai dan menyebar keseluruh penjuru Arab.
Madinah menjadi pusat
pemerintahan Islam secara berturut-turut, dari zaman Rasulullah SAW, zaman Abu
Bakar, Umar Bin Khattab, Ustman Bin Affan, dan Ali Bin Abi Thalib, sebelum
akhirnya pemerintahan Dinasti Umayyah memindahkan pusat pemerintahannya ke kota
Damaskus di Syiria.
DAMASKUS
Setelah peralihan
kepemimpinan Khulafa’ Al Rasyidin ke pemerintahan Dinasti Umayyah, pusat
pemerintahan Islam dialihkan dari Madinah ke kota Damaskus.
Pada masa Dinasti Umayyah,
pemerintahan Islam sudah menyebar luas, bukan hanya di semenanjung Arab tetapi
merambah ke wilayah-wilayah timur di Persia dan wilayah Romawi Timur di barat.
Luasnya wilayah kekuasaan Dinasti Umayyah mencakup semenanjung Arab, Persia,
wilayah Byzantium, Afrika Utara, bahkan sampai Andalusia di Spanyol.
Walaupun saat itu
daerah-daerah dibagi ke dalam beberapa provinsi dan dipimpin oleh gubernur,
namun, pemerintahan pusatnya berada di Damaskus selama puluhan tahun.
BAGHDAD
Di masa Dinasti Abbasiyah, Baghdad
menjadi kota yang sangat penting dalam sejarah peradaban Islam. Baghdad menjadi
kota dengan budaya yang kaya. Kemajuan dalam segala bidang di kota ini menjadi
daya tarik yang luar biasa bagi bangsa lain. Kemajuan dalam bidang
infrastruktur, kesenian, perdagangan, dan pengetahuan membuat Baghdad terlihat
sangat megah.
Baghdad didirikan oleh
Khalifah Al Mansur pada tahun 762 M. mencapai puncak kejayaannya pada masa
Harun Al Rasyid sebagai pusat kegiatan intelektual dunia. Di Baghdad banyak
berkumpul para ilmuwan, filosof, dan sastrawan, yang menjadikan Baghdad sebagai
daya Tarik dunia saat itu.
Dari tradisi keilmuwan inilah,
Baghdad banyak menyumbangkan peran krusial dalam perkembangan intelektual yang
melahirkan beberapa bidang ilmu pengetahuan. Sumbangsihnya semakin terasa
ketika dunia memasuki era modern, dimana beberapa pengetahuan yang ada di dunia
ini, bisa dibilang adalah anak turun dari tradisi keilmuan yang berasal dari
Baghdad.
INSTANBUL
Sebelum ditaklukkan oleh
kesultanan Ustmani, Isntanbul awalnya adalah Kota Konstantinopel. Kota
Konstantinopel sendiri adalah ibu kota Kekaisaran Byzantium. Setelah ditaklukkan
oleh Sultan Muhammad Al Fatih, kota ini kemudian berubah nama menjadi
Instanbul.
Kota Instanbul menjadi salah
satu kota yang penting bagi perkembangan peradaban Islam. Disana banyak
terdapat bangunan-bangunan peninggalan kesultanan Turki Ustmani yang memadukan
arsitektur Islam dengan arsitektur peninggalan Byzantium.
ANDALUSIA
Daerah Andalusia atau daerah
Spanyol selatan pernah menjadi saksi kebesaran Dinasti Umayyah di zaman dahulu.
Kota ini menjadi pusat pemerintahan Dinasti Umayah di Spanyol selatan. Kota ini
pernah menjadi pusat peradaban Islam di daratan Eropa.
Pada masa keemasannya, Andalusia
menjadi pusat kebudayaan, intelektual, perdagangan, dan kesenian yang
berkembang di bawah kekhalifahan Dinasti Umayah. Di kota ini banyak terdapat
bangunan peninggalan Islam yang kaya akan arsitektur bernuansa timur tengah.
TRANSOXANIA
Transoxania adalah istilah
kuno untuk daerah Asia Tengah, yang sekarang masuk pada Negara Kyrgyztan,
Tajikistan, Uzbekiztan, dan Kazakstan dengan dua kota terkenalnya, yaitu
Samarkand dan Bukhara. Daerah ini pernah menjadi pusat peradaban karena berada
di daerah persimpangan penting jalur sutera.
Transoxania manjadi pusat
peradaban, terutama Bukhara dan Samarkand di zaman dulu. Dari daerah
Transoxania banyak terlahir para ilmuwan ternama yang nama-namanya banyak
dikenal dalam tradisi keilmuan Islam dan dunia. Salah satu contohnya, Imam
Attijani, Imam Bukhari, Ibnu Sina, Imam Al Maturidi, Al-Farabi, dan Al-Biruni.
DELHI
Delhi merupakan pusat
peradaban Islam di Timur, khususnya ketika daerah ini berada di bawah kekuasaan
kesultanan Delhi dan Kesultanan Mughal di India.
Delhi menjadi pusat kegiatan
politik, kebudayaan, seni, intelektual, dan sufisme kesultanan Mughal. Disana terdapat
banyak bangunan megah yang memadukan tradisi Persia, Turki, dan Arab. Beberapa peninggalan
kebesaran Kesultanan Mughal di India, Antara lain Taj Mahal, Red Fort, Qutub
Minar, dan Masjid Jama.
Nah, dari penjelasan diatas,
kita bisa simpulkan bahwa, Islam mengalami kejayaan yang luar biasa di semua
bidang. Dengan beberapa daerah yang menjadi pusat perkembangan Islam saat itu. Sampai
pada akhirnya, Islam dapat dikenal di seluruh dunia.
Terima kasih, semoga
bermanfaat.
.jpg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar