Assalamualaikum.
Bagi anda yang mengikuti PPG Dalam Jabatan, anda akan mengerjakan test Uji
Pengetahuan (UP) dengan menjawab test tulis berupa pilihan ganda dan esai studi
kasus.
Berikut saya sajikan contoh jawaban esai untuk studi kasus berkaitan dengan
Lembar Kerja Peserta Didik atau LKPD.
1. Masalah Yang Ditemui.
Saat saya mengajar di MA Al Ikhlas ( pada mata pelajaran
Bahasa Arab tentang materi hobi, saya menemukan bahwa LKPD yang saya sediakan
terlalu monoton dan kurang menarik. LKPD tersebut hanya berisi soal-soal dan
tugas-tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik tanpa adanya elemen visual,
petunjuk kerja, dan kegiatan yang menuntut siswa aktif dalam pembelajaran.
Akibatnya, siswa kurang antusias mengikuti pembelajaran, kebingungan
mengerjakan tugas yang ada, dan kelas yang cenderung pasif. LKPD tersebut bersifat
statis dan tidak menyajikan petunjuk-petunjuk kontekstual sehingga siswa merasa
jenuh saat pembelajaran berlangsung.
Selain itu, peserta didik merasa tidak cocok dengan teks
naratif yang ada di dalam LKPD tersebut. Kurangnya variasi dalam desain dan
penyampaian LKPD menjadi penyebab kurangnya keaktifan siswa dalam mengikuti
proses pembelajaran yang berlangsung.
2. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.
Sebagai
Upaya untuk mengatasi masalah LKPD yang terlalu monoton tersebut, saya mulai
dengan melakukan asesmen awal terlebih dahulu untuk menganalisis kebutuhan,
minat, dan gaya belajar peserta didik yang beragam. Setelah ditemukan kebutuhan
belajar siswa yang beragam, saya mendesain ulang LKPD agar lebih variatif dan
memuat petunjuk kerja dan petunjuk aktifitas yang jelas. Saya juga menambahkan
beberapa gambar-gambar interaktif dengan warna yang tidak terlalu mencolok,
menyajikan beberapa tabel, dan visual yang lebih menarik.
Selain
itu saya menambahkan beberapa aktifitas yang praktis dan interaktif untuk
menumbuhkan kerjasama antar peserta didik.
Dengan
adanya LKPD yang variatif ini, peserta didik diharapkan akan lebih aktif mengikuti
proses pembelajaran yang berlangsung. Suasana kelas akan lebih hidup dengan
pembelajaran inklusi yang menyediakan kebutuhan belajar peserta didik secara
menyeluruh.
LKPD tersebut tidak lagi terbatas hanya pada
soal-soal saja, tetapi memberikan siswa petunjuk kerja yang jelas, sehingga
peserta didik merasa tertarik dan antusias dalam mengikuti pembelajaran baik
secara mandiri maupun kerja kelompok.
Saya
juga menambahkan beberapa kolom refleksi diri agar siswa dapat mengaitkan
materi dengan kehidupan sehari-hari mereka.
3. Manfaat/Hasil yang Diperoleh
Manfaat dari penggunaan LKPD yang lebih variatif ini,
partisipasi siswa meningkat dan kelas menjadi lebih aktif dan hidup. Peserta
didik yang awalnya kurang bersemangat mengikuti pembelajaran berubah menjadi
lebih aktif dan interaktif di kelas. Mereka juga dengan senang hati mengerjakan
tugas yang ada didalam LKPD. Murid merasa pembelajaran menggunakan LKPD
tersebut jadi lebih menyenangkan karena materi yang ada tidak bersifat teks
naratif lagi, melainkan bersifat penyampaian petunjuk materi dan tugas yang cocok
dengan kemampuan mereka masing-masing.
Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya penilaian formatif
mereka saat proses pembelajaran berlangsung, baik secara pemahaman konsep
maupun penyampaian gagasan yang bersifat tertulis.
4. Pelajaran Berharga dari Penggunaan LKPD
Pelajaran berharga yang dapat saya petik dari penggunaan
LKPD yang lebih variatif, antara lan.
Pertama, pentingnya pelaksaaan asesmen awal untuk menganalisis
kebutuhan belajar siswa yang beragam sebagai upaya untuk menyesuaikan
pembelajaran dan LKPD yang sesuai dengan gaya belajar mereka.
Kedua, kondisi kelas yang pasif dikarenakan penggunaan
LKPD yang kurang variatif akan berakibat pada tidak aktifnya peserta didik
dalam berpartisipasi pada proses pembelajaran, yang tentunya akan membawa
kearah tidak tercapianya tujuan pembelajaran yang jelas dan efektif.
Ketiga, penyediaan LKPD yang bervariatif dan menggunakan
petunjuk kerja yang jelas akan membuat siswa tertarik dan aktif dalam pebelajaran.
Hal ini akan berdampak positif pada perkembangan kognitif maupun sikap peserta
didik.
Keempat, sebagai seorang guru harus senantiasa berinovasi
untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan menyenangkan bagi
peserta didik.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar