Apakah boleh membaca membaca Al Qur’an tanpa tahu maknanya?
Adakah pahala bagi kita yang membaca Al Qur’an
tetapi tidak memahami maknanya?
Pertanyaan yang mungkin muncul
dari benak kita.
Saya katakan ada, ya. Bukan semuanya, tapi sebagian. Hehe..
Oke lanjut.
Masalah ini pernah dibahas panjang oleh salah satu tokoh, yaitu KH. Marzuki
Mustamar dalam bukunya ’Al Muqtathofat’ di bab awal dalam buku tersebut.
Beliau menjelaskan masalah ini dengan rasional berdasarkan kutipan ayat Al Qur’an
dan hadits Rasulullah SAW. Bahkan hadits yang beliau kutip adalah hadits riwayat
yang shahih.
Oke, kita ke hadits yang pertama.
Dari Abi Umamah r.a, beliau berkata : ”saya mendengar
Rasulullah SAW berkata”; ”Bacalah Al Qur’an !, karena ia (Al Qur’an) akan datang
di hari kiamat sebagai pemberi syafaat (pertolongan) bagi pembacanya”. (H.R
Muslim)
Dalam hadits ini, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk membaca Al Qur’an,
tanpa menyebutkan keharusan memahami maknanya. Orang yang ahli membaca Al Qur’an
akan diberi syafaat oleh Al Qur’an kelak di hari kiamat.
Beliau, KH. Marzuki Mustamar melanjutkan kutipan hadits kedua.
Rasulullah SAW berkata : ”Paling baiknya kalian
adalah orang yang memperlajari Al Qur’an dan mengajarkannya”. (H.R Bukhari)
Dari redaksi hadits yang kedua ini dapat diambil kepahaman bahwa orang yang
mempelajari Al Qur’an menjadi sebaik-baiknya orang. Sudah menjadi hal yang
maklum, bahwa orang yang belajar membaca Al Qur’an sudah pasti belum paham
artinya, tafsirnya, bahkan membacanya saja belum lancar. Ini menjelaskan bahwa
membaca Al Qur’an saja. Ingat! Membacanya saja bukanlah hal yang percuma, tetapi
merupakan ibadah yang diberi pahala oleh Allah swt.
Sudah mulai jelas?
Oke, lanjut hadits ketiga.
Rasulullah SAW berkata : ”Orang yang membaca Al
Qur’an, dan ia mahir, maka orang itu bersama golongan orang mulia dan baik.
Orang yang membaca Al Qur’an terbata-bata (ia kesulitan membacanya karena dalam
kondisi belajar), maka ia mendapat dua pahala”. (Muttafaqun Alaih)
Apa maksud mendapat dua pahala?
Orang awam yang baru belajar membaca Al Qur’an sudah pasti lidahnya
kesulitan. Tidak mungkin ia langsung lancar bacaannya. Nah, orang tersebut
mendapat dua pahala, satu pahala membaca Al Qur’an, yang kedua pahala dari
usahanya dalam mempejari Al Qur’an.
Cukup jelas, bukan?
Kesimpulannya, orang yang membaca Al Qur’an tetap diberi pahala dan
termasuk ibadah walaupun si pembaca tersebut tidak memahami arti, makna, dan
tafsir ayat Al Qur’an yang ia baca.
Terima kasih, semoga bermanfaat.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar