Jumat, 09 Januari 2026

MAKALAH SEJARAH PERADABAN ISLAM TENTANG PERADABAN DUNIA SEBELUM ISLAM

Berikut ini saya tuliskan contoh makalah Sejarah Peradaban Islam tentang bagaimana peradaban dunia sebelum datangnya Islam.

Kata Pengantar

Puji Syukur saya panjatkan kepada Allah Swt yang telah menganugerahi manusia dengan akal. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW yang telah mengajarkan Islam sebagai sebaik-baik agama.

Ucapan terimakasih kepada bapak/ibu dosen/guru yang telah meluangkan waktunya dalam membimbing saya. Tak lupa juga, kepada teman-teman siswa/mahasiswa yang selalu mendukung saya dalam menyelesaikan tugas makalah ini.

Dalam penulisan makalah ini, saya menyadari masih banyak kesalahan dan kekurangan dalam teknik penulisan maupun materinya, mengingat kualitas saya sebagai penulis yang jauh dari kata ’sempurna’. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak senantiasa penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan makalah berikutnya.

Dengan segala kerendahan hati, kritik dan saran yang membangun dari pembaca menjadi penyemangat saya untuk menyajikan makalah yang lebih baik di waktu yang akan datang dan pada tugas mata kuliah selanjutnya.

(Tempat, tanggal, bulan, dan tahun penyusunan)

Penyusun

 

BAB I

Pendahuluan

1.1.       Latar Belakang Masalah

Islam muncul bersamaan dengan diutusnya Rasulullah SAW sebagai nabi, yaitu Ketika beliau berumur 40 tahun. Saat itu Rasulullah SAW sedang beruzlah di Gua Hira untuk memohon petunjuk kepada Allah Swt tentang keadaan Masyarakat Mekah saat itu yang sedang dalam keadaan kacau. Mereka hidup di dalam kesesatan dan jauh dari ajarah tauhid.

Turunnya wahyu pertama yaitu surat Al Alaq menjadi awal mula diutusnya Nabi Muhammad menjadi Rasul yang otomatis beliau menerima perintah dakwah untuk mengajarkan agama Islam.

Saat itu Mekah belum semaju sekarang, Mekah dan Madinah bukanlah pusat peradaban dunia yang membawa perubahan besar terhadap keadaan dunia. Mekah dan Madinah hanyalah kota kecil yang ditinggali oleh beberapa suku. Mekah belum memunculkan sinar peradaban yang dapat menarik perhatian dunia.

Setelah datangnya Islam, dan Islam berkembang dengan pesatnya dibawah kepemimpinan Rasulullah dan dilanjutkan dengan kepemimpinan Khulafa Al Rasyidin, barulah dunia menaruh perhatiannya kepada satu peradaban baru yang muncul dari dua kota suci yaitu Mekah dan Madinah.

Islam mulai menampakkan pengaruh yang besar terhadap perubahan yang mulai merubah kebiasaan lama. Bukan hanya itu, wilayah kekuasaan Islam juga secara perlahan melebar dan mendekati daerah-daerah dengan peradaban yang lebih kuno.

Munculnya Islam disertai dengan perkembangannya yang cukup cepat membuat penguasa kekaisaran Romawi dan kekaisaran Persia mulai gusar dan menganggap Madinah sebagai pusat pemerintahan Islam ini menjadi ancaman terhadap kekuasaan Romawi dan Persia. Penguasa dua kekaisaran ini tidak lagi menganggap Mekah dan Madinah sebagai tempat dengan peradaban yang tertinggal jauh, namun mengganggap bahwa suatu hari nanti, peradaban yang berasal dari Mekah dan Madinah ini akan menggeser kekuasaan kekaisaran mereka.

1.2.       Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut ;

1.    Bagaimana keadaan dunia sebelum datangnya Islam?

2.    Peradaban mana saja yang sudah muncul sebelum datangnya Islam?

3.    Bagaimana keadaan sosial, budaya, agama, dan ekonomi dunia sebelum datangnya Islam?

1.3.       Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah

1.    Pembaca dapat memahami bagaimana situasi peradaban dunia sebelum datangnya Islam.

2.    Pembaca mengetahui dua kekaisaran besar yang berkuasa di barat dan timur dunia.

3.    Pembaca dapat mengetahui keadaan sosial budaya masyarakat dunia sebelum datangnya Islam.

4.    Pembaca dapat mengetahui agama dan keyakinan yang dianut oleh penduduk dunia sebelum datangnya agama Islam.

 

BAB II

Pembahasan

I.        Peradaban Dunia Sebelum Islam

Menjelang datangnya Islam, peradaban dunia sangat jauh dari ajaran Allah Swt. Pada masa itu, terdapat dua peradaban besar yang membuat dunia seakan terbagi menjadi dua, yaitu Kekaisaran Romawi Timur (Byzantium) di barat dan Kekaisaran Persia di Timur, dua kekaisaran besar yang menjadi tetangga Arab, tempat lahirnya Islam kelak.

Dua kerajaan ini merupakan super power dunia pada saat itu sekaligus merupakan adikuasa dunia. Arab sebagai awal munculnya Islam belum dikenal dalam pencaturan Sejarah peradaban dunia. Arab hanya dianggap sebagai daerah gersang dengan kota-kota kecil dan peradaban yang jauh dari kata maju. Tidak ada yang mengira bahwa dari kota kecil di Arab inilah akan muncul satu peradaban besar yang di kemudian hari merubah struktur peradaban dunia.

Untuk mengetahui peradaban dunia sebelum datangnya Islam secara menyeluruh, kita perlu melihat dan memperhatikannya lewat beberapa aspek. Aspek tersebut meliputi filsafat, agama, politik, sosial, budaya, bahasa, kesenian, dan kehidupan intelektual.

 

II.        Peradaban Romawi Timur

Romawi timur merupakan kekaisaran yang berasal dari perpecahan kekaisaran besar yaitu kekaisaran Romawi. Kekaisaran Romawi didirikan pada tahun 753 sebelum masehi (SM), dengan ibu kotanya Roma, dan usianya lebih dari 1000 tahun. Pada tahun 30 masehi, kerajaan ini terpecah menjadi dua bagian, Romawi Barat di Eropa dengan ibu kotanya Roma, dan Romawi Timur dengan ibu kotanya Konstantinopel (sekarang Instanbul).

Kekaisaran Romawi Timur atau dikenal dengan Byzantium beribu kota di Konstantinopel. Penamaan ibu kota ini diambil dari nama salah satu penguasanya, yaitu Raja Konstantinus Agung. Kota ini memiliki sistem pertahanan yang luar biasa kuat dengan dibangunnya benteng Konstantinopel yang sulit ditembus oleh siapapun.

Kerajaan Romawi mengalami puncak kejayaannya pada masa Raja Yustianus I (527-565 M), dan pada zamannya pula terjadi peperangan seru dengan Kekaisaran Persia Sasanid. Peperangan ini berakhir dengan perjanjian damai kekal, yang pada hakikatnya tidak pernah kekal, karena keduanya masih menyimpan sentimen politik yang berkepanjangan.

  1. Agama

Negeri-negeri yang berada di bawah kekuasaan Romawi Timur mayoritas menganut agama nasrani, yang waktu itu terpecah menjadi beberapa aliran. Aliran tersebut diantaranya;

1.    Aliran Yaaqibah, yang banyak dianut di Mesir, Habsyah, dan beberapa negara Afrika,

2.    Aliran Nasathirah, banyak dianut di Mosul, Irak, dan Persia,

3.    Aliran Mulkaniyah, yang banyak dianut di Afrika Utara, Sicilia, Syiria, dan Spanyol.

Aliran ini memiliki perbedaan keyakinan yang sangat berbeda satu dengan yang lainnya. Aliran Yaakibah berkeyakinan bahwa Isa Al Masih adalah Allah, dalam artian bahwa Allah dan kemanusiaan menyatu dalam diri Isa Al Masih. Sedangkan aliran Nasathirah dan Mulkaniyah berkeyakinan bahwa dalam diri Isa Al Masih terdapat dua tabiat, yaitu tabiat ketuhanan dan tabiat kemanusiaan.

  1. Filsafat

Berbicara tentang filsafat dalam peradaban Romawi Timur tidak bisa dilepaskan dari kebudayaan Yunani yang kemudian berganti masa ke kebudayaan Romawi. Karena pada hakikatnya kebudayaan Romawi adalah warisan dari kebudayaan Yunani. Filsafat menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari tradisi kehidupan manusia di zaman itu.

  1. Bahasa dan Kesenian

Wilayah kekaisaran Romawi Timur saat itu, terdapat tiga bahasa yang memiliki pengaruh terhadap kehidupan, yaitu bahasa Latin, bahasa Greek, dam bahasa Suryani. Dalam bahasa-bahasa inilah ditulis kitab-kitab suci, undang-undang, cerita, sajak-sajak, dan sebagainya. Di bidang kesenian mengalami kemajuan di masa pemerintahan Kaisar Yustianus I (527-565 M) dan pengganti-penggantinya, dan meluas sampai ke Italia Utara. Patung-patung banyak dibuat, bangunan gereja megah dengan kubah, dan yang paling terkenal adalah bangunan gereja Haghia Sophia dengan seni arsitektur yang menakjubkan. Di samping itu, banyak berkembang kegiatan di bidang seni lukis, seni pahat, seni bahasa, seni suara, teater, dan sebagianya yang bernuansa semangat kegerejaan.

III.        Peradaban Kekaisaran Persia

Persia merupakan saingan utama Kekaisaran Byzantium dalam merebut pengaruh dan kekuasaan. Keduanya sering terlibat perang dalam memperebutkan wilayah kekuasaan satu sama lain.

Perang yang berkepanjangan antara Kekaisaran Romawi Timur dengan Kekaisaran Persia ini membawa keduanya kepada kemunduran yang pada akhirnya sedikit demi sedikit kedua wilayah kekuasaan yang demikian luas ditaklukkan oleh Islam di masa-masa Islam muncul.

Pada waktu Yustianus Agung berkuasa, kekaisaran Persia dipimpin oleh seorang raja yang adil bernama Anusyarwan dari Persia Sasanid (Sasaniyah). Anusyarwan dengan pasukan berkuda dan pejalan kakinya berhasil merebut beberapa wilayah Byzantium. Sedangkan Yustianus mengadakan perlawanan yang cukup sengit di bawah panglimanya, Belisarius, yang menyebabkan perang selama 20 tahun. Perang ini berakhir dengan perjanjian damai, dimana Yustianus harus menyerahkan upeti sebesar 30.000 dinar kepada Persia pertahunnya.

  1. Agama

Masyarakat Persia kuno cenderung untuk menyembah berbagai fenomena alam yang mereka lihat dalam kehidupan sehari hari, seperti langit biru, cahaya, api, udara, air dan sebagainya. Mereka menganggap adanya alam baik dan alam jahat yang keduanya saling bertolak belakang. Api (cahaya) dilambangkan sebagai tuhan baik, sehingga banyak disembah oleh mayoritas penduduk Persia.

A.   Agama Zoroaster, yang awal mulanya berasal dari abad ke 7 SM. Muncul seorang pemimpin yang Bernama Zoroaster, yang kemudian disebut ”nabinya orang Persia”. Ia membawa ajaran baru yang didasarkan atas prinsip agama lama yang telah diperbaikinya.

Menurut Zoroaster, antara tuhan baik dan tuhan jahat selalu bermusuhan, yang menjelma pada makhluk kedua tuhan itu. Tuhan baik yang membawa segala hal kebaikan oleh mereka dianggap ada pada api (cahaya), sehingga mereka berkeyakinan bahwa menyembah api adalah manifestasi dari menyembah tuhan baik, yang akan membawa nasib baik bagi mereka.

B.   Almanuwiyah, yang diciptakan oleh pemimpinnya yang bernama Manu pada tahun 215 M. Aliran ini banyak berkembang di Eropa dan Asia. Ciri-ciri ajaran ini adalah memadukan ajaran Zoroaster dengan ajaran Nasrani.

C.   Mazdak, yang penyebutannya didasarkan kepada seorang ahli filsafat pengikut Manu, bernama Mazdak yang muncul sekitar tahun 487 Masehi. Ia menganggap adanya tuhan cahaya dan tuhan gelap. Yang unik dari ajaran ini adalah adanya kemiripan dengan ajaran komunisme, yang mengatakan bahwa manusia dilahirkan sama, maka harus hidup dengan sama juga. Seorang ilmuan Mesir, Ahmad Amin, menganggap bahwa aliran Mazdak adalah komunisme tertua di dunia.

  1. Bahasa

Masyarakat Persia kuno memakai bahasa resmi bahas Pahlawi, dan juga menjadi bahasa kitab suci mereka. Oleh karena itu, pengaruh kitab suci ini sangat besar dalam memelihara dan mengembangkan bahasa Pahlawi.

  1. Kesenian

Kesenian di er Kekaisaran Persia sudah sedemikian majunya, hal ini dibuktikan dengan peninggalan-peninggalan bersejarah yang dapat disaksikan sampai sekarang di daerah Iraq dan Iran. Sisa bangunan Persia yang terdapat di daerah ini membuktikan tingginya minat seni yang terjadi di masa Persia. Persia juga terkenal dengan kesenian keramik, patung-patung, perabot rumah dari perunggu, permadani, dan kain tenun suteranya.

IV.        Peradaban Arab Jahiliyah

Keadaan bangsa Arab sebelum datangnya Islam terdiri dari beberapa kerajaan kecil yang mendiami beberapa wilayah berbeda, seperti Kerajaan Makyan di Yaman, Kerajaan Saba di Yaman, Kerajaan Himyar yang terletak diantara Saba dan Laut Merah, Kerajaan Hirah di Iraq, Kerajaan Ghassan di Syam, Negeri Hijaz di semenanjung Arabia, dan Suku Quraisy yang mendiami Mekah. Di bawah kekuasaan Quraisy, Mekah mengalami kemajuan.

  1. Agama

Agama yang dianut oleh penduduk Mekah sebelum datangnya Islam adalah menyembah berhala sebagai tuhan, yang disebut dengan paganisme. Bangsa Arab juga menganut kepercayaan Nasrani, Yahudi, dan Majusi (Zoroaster).

  1. Keadaan Politik

Masyarakat Arab Jahiliyah tidak memiliki pemerintahan seperti sekarang. Mereka hanya memiliki pemimpin yang mengurus berbagai hal dalam keadaan perang maupun damai.

  1. Keadaan Ekonomi dan Sosial

Keadaan ekonomi masyarakat Jahiliyah bergantung hanya pada sektor perdagangan, dikarenakan daerah Arab yang gersang dan tandus, sehingga tidak memungkinkan jika bergantung pada hasil pertanian dan perkebunan.

Kondisi sosial bangsa Arab Jahiliyah ada yang baik dan buruk. Kondisi sosial mereka yang baik misalnya setia kepada kawan, menepati janji, menghormati tamu, dan tolong-menolong antara anggota kabilah. Sedangkan kondisi sosial yang buruk diantara mereka, misalnya merendahkan derajat wanita, dan sering bermusuhan hanya karena masalah sepele.

  1. Kehidupan Intelektual

Sekalipun Jazirah Arab terutama Hijaz dan Najd sangat terpencil dari dunia luar, namun mereka memiliki kehidupan intelektual yang cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan majunya politik, ekonomi, dan sosial bangsa Arab.

  1. Bahasa dan Kesenian

Dalam bidang bahasa dan kesenian, Bangsa Arab sebelum datangnya Islam memiliki peradaban bahasa dan seni yang sangat maju. Bahasa mereka adalah bahasa yang kaya. Syair-syair mereka sangat banyak. Para penyair dan orang yang pandai berpidato dihormati dan diletakkan di derajat yang cukup tinggi.

Dari pemaparan diatas, Bangsa Arab Jahiliyah bukanlah Bangsa Arab yang bodoh dan terjebak dalam ketidak majuan peradaban mereka sebelum Islam, tetapi penyebutan ’jahiliyah’ didasarkan kepada sikap mereka yang menolak ajaran Islam padahal mereka sadar akan kebenaran Islam.

 

BAB III

Penutup

Kesimpulan

Kondisi peradaban dunia sebelum dan menjelang datangnya Islam terbagi menjadi tiga peradaban, yaitu peradaban Romawi Timur, peradaban Persia, dan Peradaban Bangsa Arab Jahiliyah. Peradaban ini sudah cukup maju dari berbagai aspek, baik agama, politik, sosial budaya, bahasa, dan kesenian.

Tiga peradaban besar ini seakan membagi dunia menjadi 3 wilayah, di barat ada kekaisaran Byzantium, di timur ada Kekaisaran Persia, dan di Jazirah Arab terdiri dari beberapa kerajaan-kerajaan kecil dan suku-suku yang mendiaminya.

Di Mekah sendiri, sebagai tempat munculnya Islam, didiami oleh bangsa Arab dari Suku Quraisy yang sudah memiliki peradaban yang cukup maju. Kemajuan itu terdiri dari kondisi politik, ekonomi, sosial, bahasa, dan seni. Tetapi kemajuan ini tidak dapat menghilangkan sebutan kata ”jahiliyah” untuk mereka. Jahiliyah bukan berarti mereka bodoh dalam arti harfiyahnya, tetapi lebih tertuju pada sikap mereka yang menolak ajaran kebenaran, padahal mereka menyadari bahwa ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah SAW adalah benar.

Saran

Sebagai penyempurna, penulis sangat berharap kritik dari para pembaca untuk bahan evaluasi penyusunan makalah berikutnya. Penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan penyusunan makalah berikutnya.

Daftar Pustaka

Amin, Syamsul Munir (2010). Sejarah Peradaban Islam. Jakarta. Amzah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar