Rabu, 07 Januari 2026

FUNGSI GERAKAN SHOLAT TERHADAP KESEHATAN

Shalat secara bahasa berarti doa, sedangkan menurut istilah adalah ritual ibadah yang berisi gerakan-gerakan tertentu dan bacaan-bacaan tertentu yang diawali dengan takbiratul ikhram dan diakhiri dengan salam.

Dalam ritual shalat, Gerakan-gerakan yang dilakukan sangat unik. Gerakan ini memiliki fungsi yang baik terhadap kesehatan, baik kesehatan jiwa maupun kesehatan fisik.


Prof. Dr. HA. Saboe, dalam bukunya Hikmah Kesehatan dalam Shalat mengatakan bahwa gerakan-gerakan mengandung gerakan yang baik untuk kesehatan jasmaniah, dan dengan sendirinya akan membawa pada aspek kesehatan mental seseorang.

Dokter Mahmud Ahmad Najib mengatakan bahwa gerakan-gerakan shalat yang dilakukan secara terus-menerus akan membuat persendian menjadi lentur, tidak kaku, dan tulang menjadi kokoh, serta tulang punggung tidak bengkok.

Syekh Hakim Abu Abdullah Ghulam Moinuddin, dalam bukunya The Book of Sufi Healing, shalat dikerjakan dengan delapan posisi yang masing-masing memberikan efek yang baik bagi seseorang.

Drs. Ahsin W. Alhafidz, M.A, dalam bukunya Fikih Kesehatan, menjelaskan beberapa fungsi gerakan-gerakan shalat bagi tubuh manusia. Gerakan-gerakan shalat ini memiliki fungsi gymnastik yang baik untuk kesehatan jasmani maupun rohani seseorang. Fungsi gerakan tersebut diuraikan sebagai berikut;

A.  Posisi Berdiri Tegak

Dalam posisi ini, tubuh terbebas dari beban karena pembagian porsi beban yang sama pada kedua kaki. Posisi punggung yang tegak lurus berfungsi memperbaiki postur. Pikiran dikendalikan oleh akal budi. Pandangan dipertajam dan fokus pada lantai, tempat sujud. Otot punggung bagian atas dan bawah dirilekskan. Pusat otak bagian atas dan bawah dipadukan membentuk suatu kesatuan tujuan.

B.  Posisi Tangan di atas Pusar

Pada posisi ini, akan memperpanjang konsentrasi sehingga akan terjadi pengendoran kaki dan punggung, menimbulkan perasaan kerendahan hati, kesederhanaan dan kesalehan.

C.   Posisi Ruku’

Pada posisi ini, terjadi pelonggaran otot punggung bagian bawah, paha dan betis. Darah dipompa ke batang tubuh bagian atas. Juga terjadi pelonggaran otot-otot perut, abdomen, dan ginjal. Postur ini akan melahirkan kebaikan hati dan keselarasan batin.

Posisi ruku’ juga akan membuat tulang punggung dalam kondisi yang baik, karena persendian diantara badan-badan dan ruas tulang belakang tetap lembut dan lentur. Posisi ini juga akan membantu mempermudah proses persalinan bagi wanita hamil. Juga berfungsi menjauhkan penyakit keretakan tulang punggung dan kebengkokannya.

D.  Posisi I’tidal

Pada gerakan ini, terjadi pergerakan darah naik ke batang tubuh pada postur sebelumnya kembali ke keadaan semula dengan membawa toksin atau racun. Tubuh akan santai kembali dan melepaskan ketegangan.

E.   Posisi Sujud

Pada saat bersujud dengan melatakkan tangan disamping lutut, semua otot akan berkontraksi, otot akan melebar dan kuat, urat-urat pembuluh nadi (arteria), pembuluh darah baik (venae) serta urat-urat getah bening (limpa) akan terpijit, sehingga peredaran darah dan limpa akan lancar. Selain itu, akan membantu kinerja jantung dan menghindarkan pengerutan dinding-dinding pembuluh darah (arterio-sclrosisi) akan menghasilkan energi panas yang diperlukan dalam proses pencernaan makanan yang diperlukan oleh tubuh. Aliran darah akan semakin lancar untuk membuang zat-zat kotor yang berasal dari zat makanan.

Posisi ini juga akan menghindarkan dari kebuncitan, melancarkan aliran darah ke bagian atas tubuh, mengurangi hypertensi, menambah elastisitas tulang, dan menghasilkan energi batin yang tinggi di seluruh tubuh.

F.    Posisi Duduk antara Dua Sujud

Tetap menjaga fungsi hati dengan baik sangat penting untuk menjaga kesehatan seluruh tubuh. Hati merupakan organ vital yang sangat dibutuhkan fungsinya oleh tubuh manusia. Pada posisi duduk diantara dua sujud ini, akan membawa efek positif terhadap fungsi hati.

Bagi laki-laki, posisi tumit kanan ditekuk dengan bobot kaki dan tubuh bertumpu pada tumit tersebut akan membantu menghilangkan efek racun pada hati dan membantu merangsang gerakan paristaltik usus besar. Pada wanita, posisi seperti ini membuat tubuh kembali ke posisi pengendoran yang benar dan membantu pencernaan dengan mendesak turun isi perut.

G.  Sujud Kedua

Pengulangan sujud yang lama dalam beberapa detik akan membersihkan sistem pernafasan, peredaran darah, merasakan keringanan tubuh, dan melepaskan stres.

H.   Posisi Duduk Tahiyat

Pada posisi duduk tahiyat, sebenarnya kita duduk dengan otot-otot pangkal paha, di dalamnya terdapat salah satu syaraf pangkal paha yang besar diatas kedua tumit kita. Tumit dilapisi oleh sebuah otot yang berfungsi sebagai bantal. Dengan demikian maka tumit menekan otot-otot pangkal pada syaraf pangkal paha (neuralgia) yang terasa sakit dan nyeri.

Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ritual pelaksanaan shalat bukan hanya sebagai bentuk ketaatan kita sebagai muslim yang baik, tetapi gerakan shalat akan memberi kita fungsi yang baik terhadap kesehatan tubuh dan mental manusia.

 

Terima kasih, semoga bermanfaat.

Daftar bacaan : Drs. Ahsin W. Alhafid, M.A Fikih Kesehatan. Amzah. Jakarta. 2010.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar