Senin, 15 Oktober 2018

SIAPA SAID AQIL SIROJ?

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.
      Nama panjang beliau adalah Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA. atau lebih akrab disapa Kyai Said. Beliau dilahirkan di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat pada tanggal 3 Juli tahun 1953. Mempunyai hobi yang cukup unik, yaitu membaca, silaturrahmi dan ibadah. Beliau adalah salah satu ulama yang disegani di Indonesia, terutama di kalangan masyarakat NU. 
Sumber image ; Wikipedia.org
      Terlahir sebagai keluarga ulama, beliau termasuk orang yang rakus pada ilmu sejak beliau masih muda, hal itu dibuktikan dengan pengembaraan beliau mencari ilmu dari satu tempat ke tempat lain, misalnya pada masa muda beliau yang mengenyam pendidikan di Madrasah Tarbiyatul Mubtadi'in Kempek Cirebon Jawa Barat, kemudian melanjutkan ke Pesantren Lirboyo di Kediri Jawa Timur, dan di Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Jogjakarta.

Beliau sangat aktif dalam organisasi ke NU an sejak muda sampai di bangku kuliah.

Masa kuliah beliau dihabiskan di Saudi Arabia, yaitu di ;
1. S1 Universitas King Abdul Azis, jurusan ushuluddin dan dakwah, lulus 1982
2. S2 Universitas Umm alQura, jurusan perbandingan agama, lulus tahun 1987
3. S3 Universitas Umm alQura, jurusan akidah filsafat islam, lulus tahun 1994

       Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj terpilih sebagai ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2010-2015 pada Muktamar NU ke 32 di Asrama Haji Sindiang, Makassar, Sulawesi Selatan.
          Beliau adalah salah satu ulama yang kokoh menjunjung tinggi NKRI dengan Islam Nusantara yang menjadi benteng pertahanan paling kuat menahan radikalisme yang mengatas namakan Islam.
Melihat dari background pendidikan dan keilmuan beliau, tidak mungkin bagi seorang cendekiawan seperti beliau ini mencetuskan Islam Nusantara tanpa adanya pertimbangan yang sangat matang sesuai kajian ilmiah islami, berkebudayaan, dan sesuai dengan Indonesia sendiri.
Itulah sosok Kyai Said yang menjadi panutan warga NU di seluruh Nusantara.

Selasa, 09 Oktober 2018

HARI SANTRI NASIONAL 2018 SEBAGAI REFLEKSI PERAN SANTRI TERHADAP KEMERDEKAAN DAN MEMPERTAHANKANNYA.

Assalamualaikum teman teman serta sahabat.
Hari Santri Nasional adalah hari besar nasional yang ada di Indonesia yang diperingati setiap 22 Oktober sesuai Keputusan Presiden Nomor 22 tahun 2015 tentang Hari Santri Nasional.
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa di Indonesia ulama dipandang sebagai salah satu dari banyaknya pahlawan kemerdekaan di negeri pertiwi ini, di antaranya KH. Hasyim Asy'ari, KH. Ahmad Dahlan, KH. Zainal Arifin, KH. Abdul Wahid Hasyim, KH. Zainal Mustafa, Pangeran Diponegoro, KH. Nur Ali, serta yang lain (mohon maaf penulis tidak bisa menyebutkan semuanya karena keterbatasan referensi).
Hari Santri Nasional adalah peringatan sebuah peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan setelah proklamasi, yakni saat tentara inggris menguasai daerah Surabaya dan sekitarnya. Maka saat itulah KH. Hasyim Asyari mengeluarkan sebuah maklumat "Resolusi Jihad" bahwa setiap warga muslim di seluruh Indonesia wajib melawan tentara Inggris sebagai upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Respon rakyat Indonesia pada saat maklumat itu disampaikan sangat responsif, sehingga menimbulkan perlawanan yang besar pada tentara Inggris yang terjadi di Surabaya, sehingga pada tanggal 10 November 1945 pecahlah pertempuran besar di Surabaya yang banyak memakan korban baik dari pihak tentara inggris maupun dari pihak pahlawan kita. Pertempuran ini berlangsung kurang lebih selama 23 hari dari tanggal 27 Oktober sampai 20 Nopember 1995 dan berhasil memukul mundur para tentara sekutu yang ingin menguasai Indonesia kembali.
Oleh karena itu sebagai santri seharusnya kita dapat merefleksikan bentuk perjuangan itu menjadi semangat secara abadi tertanam dalam hati kita semua. Menjadi penegak dan penjunjung tinggi NKRI itu harus, bukan menggerogotinya secara perlahan.
Salam santri Indonesia.



Referensi ;

Gambar : Situs Kemenag