Sabtu, 06 Desember 2025

BINA'-BINA' DALAM SHARAF

A. SEKILAS TENTANG ILMU SHARAF

Dalam mempelajari Bahasa Arab dan tata bahasanya, kita tidak bisa terlepas dari ilmu sharraf. Karena merupakan ilmu yang sangat penting untuk menentukan struktur kata bahasa Arab dari segi bentuk katanya (bina'), perubahan hurufnya (i'lalnya), serta wazannya.

Definisi ilmu sharaf adalah ilmu yang didalamnya terdapat kaidah-kaidah perubahan kata untuk menghendaki maksud yang ada dalam kata tersebut. Sebagai contoh, kata 'ka-ta-ba' menjadi 'yaktubu' dan 'uktub', kata 'gha-fa-ra' menjadi 'istaghfara', dan 'ma-da-da' menjadi 'madda', dll.

Perubahan-perubahan yang ada pada contoh diatas juga mempengaruhi pada perubahan arti kata perkata secara signifikan sesuai maksud yang dikehendaki. Misalkan pada contoh kata 'gha-fa-ra' menjadi 'istaghfara'. Kata pertama berarti 'mengampuni' sedangkan kata kedua berarti 'minta ampun'. Perubahan ini bertujuan untuk menentukan maksud makna yang terkandung pada kalimat tersebut dan perubahan ini dibahas dalam ilmu sharaf.

Mempelajari Bahasa Arab sangat penting bagi kita, terutama umat Islam. Dengan mempelajari bahasa Arab tentunya akan mempermudah dalam memahami makna yang terkandung dalam Al Qur'an dan Hadits Nabi SAW. Tata bahasa yang ada dalam Al Qur'an tentu tidak akan bisa dipahami oleh kita, kecuali dengan memahami akar kata perkata, serta perubahan-perubahan yang ada pada kata tersebut yang tentunya akan merusak makna yang terkandung pada kalimat yang disampaikan.

Oleh karena itu, penting sekali mempelajari Ilmu Sharaf agar kita terhindar dari kesalahan pemahaman makna kata dalam Bahasa Arab.

B. BINA' DALAM SHARAF

Sebelum lebih dalam pada materi bina', dan bagaimana nanti kita mengidentifikasi struktur katanya. Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa struktur kata pada fi'il mengacu pada kata فَعَلَ sebagai ukuran (wazan). Untuk selanjutnya, susunan perhuruf pada struktur kata tersebut akan dinamakan dengan fa' fi'il (ف), ain fi'il (ع), dan lam fi'il (ل). Identifikasi awal ini perlu kita pahami terlebih dahulu, sebagai upaya untuk memberikan kemudahan dalam menentukan penyebutannya nanti, mana yang dimaksud fa' fi'il, ain fi'il, ataupun lam fi'il.

Kata bina' secara harfiyah berarti bangunan, bentuk, dan format. Dalam definisi ilmu sharaf, kata bina' adalah bentuk kata dilihat berdasarkan keadaan huruf aslinya (fa' fi'il, ain fi'il, dan lam fi'ilnya), apakah bentuknya shahih, salim, atau mu'tal (terdapat huruf 'illat; alif, wawu, dan ya'). 

Pembahasan tentang bina' dalam ilmu sharaf biasanya mengacu pada keadaan fi'il madlinya. Dan terbagi menjadi tujuh, yaitu; shohih, mudla'af, ajwaf, mitsal, naqish, mahmuz, lafif.

1. Bina' Shohih

Fi'il bina' shahih adalah setiap kata yang fa' fi'il, ain fi'il, dan lam fi'ilnya bukan berupa huruf 'illah (alif, wawu, dan ya'), tasydid, atau hamzah. Seperti نَصَرَ dan ضَرَبَ yang susunan hurufnya tidak ada huruf 'illah (alif, wawu, dan ya'), tasydid, atau hamzah. 

Penyebutan kata shohih dilihat dari artinya adalah 'sehat'. Dalam artian, kalimatnya sehat dan tidak 'terinfeksi' huruf 'illat yang dianggap sebagai huruf penyakit.

2. Bina' Mudla'af

Pada Fi'il Tsulatsi Mujarrad

Fi'il bina' mudla'af adalah setiap kata yang huruf kedua (ain fi'il) dan huruf ketiga (lam fi'ilnya) berupa huruf yang sama, kemudian huruf kedua diidghamkan pada huruf yang ketiga, seperti kata مَدَّ yang asal katanya adalah مَدَدَ

Pada Fi'il Ruba'i Mujarrad

Fi'il bina' mudla'af adalah setiap kata yang huruf pertama dan huruf ketiga berupa huruf yang sama, kemudian huruf yang kedua dan huruf yang keempat berupa huruf yang sama juga, seperti kata زَلْزَلَ, وَسْوَسَ, dan قَلْقَلَ.

Penyebutan kata mudla'af mengacu pada artinya, yaitu ganda. Yang mana struktur huruf yang membentuk kata tersebut hurufnya ganda atau sama.

3. Bina' Ajwaf

Fi'il bina' ajwaf adalah setiap kata yang huruf keduanya (ain fi'il) berupa huruf illat wawu (ajwaf wawi) atau huruf illat ya' (ajwaf ya'i), seperti صَانَ yang asalnya صَوَنَ.

Kata ajwaf sendiri berarti bolong, yang mengacu pada struktur katanya dimana huruf tengahnya berupa 'illat yang dianggap sebagai penyakit.

4. Bina' Mitsal

Fi'il bina' mitsal adalah setiap kata yang huruf pertamanya (fa' fi'il) berupa huruf illat wawu (mitsal wai) atau huruf illat ya' (mitsal ya'i), seperti kata وَعَدَ dan يَسَرَ

5. Bina' Naqish

Fi'il bina' Naqish adalah setiap kata yang huruf ketiganya (lam fi'il) berupa huruf illat wawu (naqish wai) atau huruf illat ya' (naqish ya'i), seperti kata غَزَى yang asalnya adalah غَزَوَ, dan سَرَىyang asalnya adalah سَرَيَ. Huruf ya' dan wawu ini kemudian diganti dengan alif untuk menyesuaikan dengan harakat huruf sebelumnya.

Penamaan naqish yang berarti kurang, hal ini dimaksudkan untuk menggambarkan keadaan struktur kata yang berakhiran huruf 'illat sebagai huruf penyakit, sehingga struktur kata tersebut dianggap kurang di bagian akhirnya.

6. Bina' Mahmuz

Fi'il bina' mahmuz adalah kata yang salah satu struktur hurufnya berupa hamzah, jika hamzahnya di fa' fiil disebut mahmuz fa', seperti أَمَلَ. Jika di ain fiil disebut mahmuz ain, seperti نَأَى. Dan jika di lam fi'il disebut dengan mahmuz lam, seperti نَشَأَ.

Penyebutan kata mahmuz berarti 'berhamzah', ini melihat pada struktur katanya yang salah satu hurufnya berupa hamzah.

7. Bina' Lafif

Fi'il bina' lafif adalah kata yang struktur hurufnya berupa huruf 'illat wawu dan ya', jika wawu dan ya' ada pada fa' fi'il dan lam fi'il, maka disebut dengan lafif mafruq. Mafruq yang berarti 'terpisah' dimaksudkan pada posisi huruf 'illat wawu dan ya' yang dipisah oleh ain fi'il. Contoh bina' ini adalah وَقَي. Jika wawu dan ya' ada pada ain fi'il dan lam fi'il, maka disebut dengan lafif maqrun. Maqrun yang berarti 'berkumpul' dimaksudkan pada posisi huruf 'illatnya yang berkumpul. Contoh, شَوَى.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar