A. SEKILAS TENTANG ILMU SHARAF
Dalam mempelajari Bahasa Arab dan tata bahasanya, kita tidak bisa terlepas dari ilmu sharraf. Karena merupakan ilmu yang sangat penting untuk menentukan struktur kata bahasa Arab dari segi bentuk katanya (bina'), perubahan hurufnya (i'lalnya), serta wazannya.
Definisi ilmu sharaf adalah ilmu yang didalamnya terdapat kaidah-kaidah perubahan kata untuk menghendaki maksud yang ada dalam kata tersebut. Sebagai contoh, kata 'ka-ta-ba' menjadi 'yaktubu' dan 'uktub', kata 'gha-fa-ra' menjadi 'istaghfara', dan 'ma-da-da' menjadi 'madda', dll.
Perubahan-perubahan yang ada pada contoh diatas juga mempengaruhi pada perubahan arti kata perkata secara signifikan sesuai maksud yang dikehendaki. Misalkan pada contoh kata 'gha-fa-ra' menjadi 'istaghfara'. Kata pertama berarti 'mengampuni' sedangkan kata kedua berarti 'minta ampun'. Perubahan ini bertujuan untuk menentukan maksud makna yang terkandung pada kalimat tersebut dan perubahan ini dibahas dalam ilmu sharaf.
Mempelajari Bahasa Arab sangat penting bagi kita, terutama umat Islam. Dengan mempelajari bahasa Arab tentunya akan mempermudah dalam memahami makna yang terkandung dalam Al Qur'an dan Hadits Nabi SAW. Tata bahasa yang ada dalam Al Qur'an tentu tidak akan bisa dipahami oleh kita, kecuali dengan memahami akar kata perkata, serta perubahan-perubahan yang ada pada kata tersebut yang tentunya akan merusak makna yang terkandung pada kalimat yang disampaikan.
B. BINA' DALAM SHARAF
Pembahasan tentang bina' dalam ilmu sharaf biasanya mengacu pada keadaan fi'il madlinya. Dan terbagi menjadi tujuh, yaitu; shohih, mudla'af, ajwaf, mitsal, naqish, mahmuz, lafif.
1. Bina' Shohih
Fi'il bina' shahih adalah setiap kata yang fa' fi'il, ain fi'il, dan lam fi'ilnya bukan berupa huruf 'illah (alif, wawu, dan ya'), tasydid, atau hamzah. Seperti نَصَرَ dan ضَرَبَ yang susunan hurufnya tidak ada huruf 'illah (alif, wawu, dan ya'), tasydid, atau hamzah.
Penyebutan kata shohih dilihat dari artinya adalah 'sehat'. Dalam artian, kalimatnya sehat dan tidak 'terinfeksi' huruf 'illat yang dianggap sebagai huruf penyakit.
2. Bina' Mudla'af
Pada Fi'il Tsulatsi Mujarrad
Pada Fi'il Ruba'i Mujarrad
Fi'il bina' mudla'af adalah setiap kata yang huruf pertama dan huruf ketiga berupa huruf yang sama, kemudian huruf yang kedua dan huruf yang keempat berupa huruf yang sama juga, seperti kata زَلْزَلَ, وَسْوَسَ, dan قَلْقَلَ.
Penyebutan kata mudla'af mengacu pada artinya, yaitu ganda. Yang mana struktur huruf yang membentuk kata tersebut hurufnya ganda atau sama.
3. Bina' Ajwaf
Fi'il bina' ajwaf adalah setiap kata yang huruf keduanya (ain fi'il) berupa huruf illat wawu (ajwaf wawi) atau huruf illat ya' (ajwaf ya'i), seperti صَانَ yang asalnya صَوَنَ.
Kata ajwaf sendiri berarti bolong, yang mengacu pada struktur katanya dimana huruf tengahnya berupa 'illat yang dianggap sebagai penyakit.
4. Bina' Mitsal
5. Bina' Naqish
Fi'il bina' Naqish adalah setiap kata yang huruf ketiganya (lam fi'il) berupa huruf illat wawu (naqish wai) atau huruf illat ya' (naqish ya'i), seperti kata غَزَى yang asalnya adalah غَزَوَ, dan سَرَى. yang asalnya adalah سَرَيَ. Huruf ya' dan wawu ini kemudian diganti dengan alif untuk menyesuaikan dengan harakat huruf sebelumnya.
Penamaan naqish yang berarti kurang, hal ini dimaksudkan untuk menggambarkan keadaan struktur kata yang berakhiran huruf 'illat sebagai huruf penyakit, sehingga struktur kata tersebut dianggap kurang di bagian akhirnya.
6. Bina' Mahmuz
Fi'il bina' mahmuz adalah kata yang salah satu struktur hurufnya berupa hamzah, jika hamzahnya di fa' fiil disebut mahmuz fa', seperti أَمَلَ. Jika di ain fiil disebut mahmuz ain, seperti نَأَى. Dan jika di lam fi'il disebut dengan mahmuz lam, seperti نَشَأَ.
Penyebutan kata mahmuz berarti 'berhamzah', ini melihat pada struktur katanya yang salah satu hurufnya berupa hamzah.
7. Bina' Lafif
Fi'il bina' lafif adalah kata yang struktur hurufnya berupa huruf 'illat wawu dan ya', jika wawu dan ya' ada pada fa' fi'il dan lam fi'il, maka disebut dengan lafif mafruq. Mafruq yang berarti 'terpisah' dimaksudkan pada posisi huruf 'illat wawu dan ya' yang dipisah oleh ain fi'il. Contoh bina' ini adalah وَقَي. Jika wawu dan ya' ada pada ain fi'il dan lam fi'il, maka disebut dengan lafif maqrun. Maqrun yang berarti 'berkumpul' dimaksudkan pada posisi huruf 'illatnya yang berkumpul. Contoh, شَوَى.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar