A. APA ITU KALAM?
Struktur kalimat dalam bahasa Arab memiliki komponennya sendiri, berbeda dengan bahasa Indonesia secara umum. Susunan kalimat ini mengacu pada sebuah kaidah yang kemudian disebut dengan kalam. Ketentuan yang ada dalam kalam juga berbeda dengan Bahasa Indonesia. Belum tentu kalimat berbahasa Indonesia yang dianggap sudah memenuhi syarat dalam tata bahasa Indonesia sudah tentu memenuhi syarat dalam kalam di Bahasa Arab.
Abu Abdillah Al-Khattab Ar Ru'ayni dalam kitabnya Mutammimah Al Ajurumiyah mendefinisikan kalam sebagai lafadz yang murakkab, berfaidah, dan memiliki maksud atau tujuan tertentu.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa susunan kalimat dalam bahasa arab harus berupa lafadz, dalam artian harus berupa suara atau ucapan yang mengandung sebagian huruf hijaiyah. Pengecualian bagi ucapan yang tidak mengandung huruf hijaiyah, seperti kalimat berbahasa Jepang, China, Inggris, dll.
Komponen kedua, kalam harus terdiri dari murakkab. yang dimaksud murakkab adalah susunan dua kata atau lebih. Tidak cukup hanya satu kata saja, minimal harus terdiri dari dua kata.
Yang ketiga, kalam harus berfaidah. Maksudnya, kalam dalam bahasa Arab harus memberikan kefahaman yang jelas kepada lawan bicaranya, tidak menimbulkan persepsi kata yang rancu, dan tidak menimbulkan pertanyaan dari lawan bicaranya.
Berikutnya, kalam harus diucapkan dengan sengaja dan ada maksud yang jelas ketika disampaikan. Pengecualian ketika ucapan itu diucapkan tidak sengaja, misalkan ketika mengigau, mabuk, atau sedang ngelantur.
Istilah penyebutan dalam bahasa Arab dan Bahasa Indonesia juga berbeda, seperti istilah kata dalam bahasa Indonesia disebut kalimat dalam bahasa Arab, kalimat diistilahkan sebagai jumlah, dan istilah huruf dalam bahasa Indonesia yang diistilah untuk satuan huruf dari A sampai Z, dalam bahasa Arab bisa berarti satu huruf, dua huruf, ataupun tiga huruf.
B. PEMBAGIAN KATA DALAM BAHASA ARAB
Selanjutnya, setelah memahami apa itu kalam, kita perlu mengetahui tentang apa itu kata dalam bahasa Arab dan pembagiannya.
Pembagian kata dalam bahasa Arab hanya dibagi menjadi tiga, yaitu kata isim (kata benda dan atau kata yang dikategorikan benda), kata fi'il (kata kerja), dan huruf (selain kata kerja dan benda). Ketiga kata ini bisa dikenali perbedaannya dengan adanya tanda-tanda yang menyertai kata tersebut.
1. Isim dan Tanda-Tandanya
Kata isim adalah kata benda atau kata yang dikategorikan sebagai benda. Ditandai dengan menerimanya tanwin, alif lam, dapat dijarkan, dan dapat menerima huruf jar. Seperti مُحَمَّدٌ .
1.1. Tanwin
1.2. Alif Lam (ال)
1.3. Bisa Dijarkan
1.4. Bisa Kemasukan Huruf Jar
2. Fi'il dan Tanda-Tandanya
Kata fi'il adalah kata yang menunjukkan makna tertentu dan dibarengi dengan keterangan waktu atau kata kerja yang memiliki waktu.
Fi'il ditandai dengan bisa dimasuki oleh قَدْ, س, سَوْفَ, تْ. fi'il juga terbagi ke dalam 3 bagian, yaitu fi'il madli yang menunjukkan arti lampau, fi'il mudlari' yang menunjukkan arti akan atau sedang dilaksanakan, dan fi'il amar yang menunjukkan arti kata kerja perintah.
Keterangan waktu pada kalimat fi'il didasari dari kapan peristiwa itu terjadi, ada yang lampau (madli), akan (istiqbal), dan sedang (hal). ada fi'il yang hanya memiliki satu keterangan waktu dan ada fi'il yang memiliki keterangan waktu ganda.
Sebagai contoh di fi'il amr. Fiil amr dilihat dari segi perintahnya memiliki keterangan waktu sedang (hal), karena perintah diucapkan langsung saat itu juga. Sedangkan dari segi pelaksanaan perintahnya memiliki keterangan waktu akan (istiqbal) karena sudah pasti perintah apa yang disuruh akan dilaksanakan setelah adanya perintah tersebut. Misalkan; Pak Ahmad berkata "catatlah pelajaran ini!". Pak Ahmad memerintahkan mencatat secara langsung diucapkan saat itu juga, tapi pekerjaan mencatatnya baru akan dilakukan setelah perintah itu.
3. Huruf dan Tidak Adanya Tanda Baginya
Kata huruf adalah kata selain kata kerja dan kata benda. Ditandai dengan tidak bisa menerimanya huruf pada tanda fi'il maupun tanda isim, sehingga bisa dibilang kata huruf tidak memiliki tanda.
Istilah kata huruf berbeda dengan huruf yang ada dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Arab, kata huruf ada yang terdiri dari susunan huruf hijaiyan seperti مِنْ yang terdiri dari huruf mim dan nun, sedangkan dalam Bahasa Indonesia, huruf 'A' sudah disebut dengan huruf. Oleh karena itu, kata huruf dalam bahasa Arab harus kata yang memiliki makna, bukan kata yang tidak memiliki makna.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar