Shalat secara bahasa berarti doa, sedangkan menurut istilah adalah ritual ibadah yang berisi gerakan-gerakan tertentu dan bacaan-bacaan tertentu yang diawali dengan takbiratul ikhram dan diakhiri dengan salam.
Dalam ritual shalat, Gerakan-gerakan yang
dilakukan sangat unik. Gerakan ini memiliki fungsi yang baik terhadap
kesehatan, baik kesehatan jiwa maupun kesehatan fisik.
Prof. Dr. HA. Saboe, dalam bukunya Hikmah
Kesehatan dalam Shalat mengatakan bahwa gerakan-gerakan mengandung gerakan
yang baik untuk kesehatan jasmaniah, dan dengan sendirinya akan membawa pada
aspek kesehatan mental seseorang.
Dokter Mahmud Ahmad Najib mengatakan
bahwa gerakan-gerakan shalat yang dilakukan secara terus-menerus akan membuat persendian
menjadi lentur, tidak kaku, dan tulang menjadi kokoh, serta tulang punggung
tidak bengkok.
Syekh Hakim Abu Abdullah Ghulam Moinuddin,
dalam bukunya The Book of Sufi Healing, shalat dikerjakan dengan delapan
posisi yang masing-masing memberikan efek yang baik bagi seseorang.
Drs. Ahsin W. Alhafidz, M.A, dalam
bukunya Fikih Kesehatan, menjelaskan beberapa fungsi gerakan-gerakan
shalat bagi tubuh manusia. Gerakan-gerakan shalat ini memiliki fungsi gymnastik
yang baik untuk kesehatan jasmani maupun rohani seseorang. Fungsi gerakan tersebut
diuraikan sebagai berikut;
A. Posisi Berdiri Tegak
Dalam posisi ini,
tubuh terbebas dari beban karena pembagian porsi beban yang sama pada kedua
kaki. Posisi punggung yang tegak lurus berfungsi memperbaiki postur. Pikiran dikendalikan
oleh akal budi. Pandangan dipertajam dan fokus pada lantai, tempat sujud. Otot punggung
bagian atas dan bawah dirilekskan. Pusat otak bagian atas dan bawah dipadukan
membentuk suatu kesatuan tujuan.
B. Posisi Tangan di atas Pusar
Pada posisi ini, akan
memperpanjang konsentrasi sehingga akan terjadi pengendoran kaki dan punggung,
menimbulkan perasaan kerendahan hati, kesederhanaan dan kesalehan.
C. Posisi Ruku’
Pada posisi ini, terjadi
pelonggaran otot punggung bagian bawah, paha dan betis. Darah dipompa ke batang
tubuh bagian atas. Juga terjadi pelonggaran otot-otot perut, abdomen, dan
ginjal. Postur ini akan melahirkan kebaikan hati dan keselarasan batin.
Posisi ruku’ juga akan
membuat tulang punggung dalam kondisi yang baik, karena persendian diantara
badan-badan dan ruas tulang belakang tetap lembut dan lentur. Posisi ini juga
akan membantu mempermudah proses persalinan bagi wanita hamil. Juga berfungsi
menjauhkan penyakit keretakan tulang punggung dan kebengkokannya.
D. Posisi I’tidal
Pada gerakan ini,
terjadi pergerakan darah naik ke batang tubuh pada postur sebelumnya kembali ke
keadaan semula dengan membawa toksin atau racun. Tubuh akan santai kembali dan
melepaskan ketegangan.
E. Posisi Sujud
Pada saat bersujud
dengan melatakkan tangan disamping lutut, semua otot akan berkontraksi, otot
akan melebar dan kuat, urat-urat pembuluh nadi (arteria), pembuluh darah baik
(venae) serta urat-urat getah bening (limpa) akan terpijit, sehingga peredaran
darah dan limpa akan lancar. Selain itu, akan membantu kinerja jantung dan
menghindarkan pengerutan dinding-dinding pembuluh darah (arterio-sclrosisi) akan
menghasilkan energi panas yang diperlukan dalam proses pencernaan makanan yang
diperlukan oleh tubuh. Aliran darah akan semakin lancar untuk membuang zat-zat
kotor yang berasal dari zat makanan.
Posisi ini juga akan
menghindarkan dari kebuncitan, melancarkan aliran darah ke bagian atas tubuh,
mengurangi hypertensi, menambah elastisitas tulang, dan menghasilkan energi
batin yang tinggi di seluruh tubuh.
F. Posisi Duduk antara Dua Sujud
Tetap menjaga fungsi
hati dengan baik sangat penting untuk menjaga kesehatan seluruh tubuh. Hati
merupakan organ vital yang sangat dibutuhkan fungsinya oleh tubuh manusia. Pada
posisi duduk diantara dua sujud ini, akan membawa efek positif terhadap fungsi
hati.
Bagi laki-laki, posisi
tumit kanan ditekuk dengan bobot kaki dan tubuh bertumpu pada tumit tersebut
akan membantu menghilangkan efek racun pada hati dan membantu merangsang
gerakan paristaltik usus besar. Pada wanita, posisi seperti ini membuat tubuh
kembali ke posisi pengendoran yang benar dan membantu pencernaan dengan
mendesak turun isi perut.
G. Sujud Kedua
Pengulangan sujud yang
lama dalam beberapa detik akan membersihkan sistem pernafasan, peredaran darah,
merasakan keringanan tubuh, dan melepaskan stres.
H. Posisi Duduk Tahiyat
Pada posisi duduk tahiyat,
sebenarnya kita duduk dengan otot-otot pangkal paha, di dalamnya terdapat salah
satu syaraf pangkal paha yang besar diatas kedua tumit kita. Tumit dilapisi
oleh sebuah otot yang berfungsi sebagai bantal. Dengan demikian maka tumit
menekan otot-otot pangkal pada syaraf pangkal paha (neuralgia) yang terasa
sakit dan nyeri.
Dari penjelasan tersebut, dapat
disimpulkan bahwa ritual pelaksanaan shalat bukan hanya sebagai bentuk ketaatan
kita sebagai muslim yang baik, tetapi gerakan shalat akan memberi kita fungsi
yang baik terhadap kesehatan tubuh dan mental manusia.
Terima kasih, semoga bermanfaat.
Daftar bacaan : Drs. Ahsin W. Alhafid,
M.A Fikih Kesehatan. Amzah. Jakarta. 2010.




