Minggu, 07 Desember 2025

TAUBATNYA GEROMBOLAN PERAMPOK

Kisah ini saya ambil dari buku berjudul Al Nawadir karya seorang ulama terkemuka Ahmad Syihabuddin Bin Salamah Al Qalyubi.

Dikisahkan bahwa ada sekelompok pencuri yang biasa beraksi di malam hari untuk merampok rombongan saudagar. Setelah melaksanakan aksinya, para perampok ini sering berpura-pura mengaku sebagai kelompok tentara perang ketika kemalaman dalam melancarkan aksinya. Mereka akan datang ke perkemahan penduduk dan mengetuk pintu.

"Permisi, kami rombongan pejuang perang membela orang Islam, bolehkah kami menumpang istirahat di tempat ini?" Kata mereka.

Penduduk kemahpun mempersilahkan mereka masuk ke rumah mereka, menjamu mereka dengan makanan dan minuman tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun. Mereka makan dengan lahapnya, kemudian istirahat di tempat itu.

Hal ini dilakukan penduduk kemah sebagai bentuk pendekatan diri pada Allah dan mengambil barokah dari rombongan yang mengaku tentara perang Islam itu.

Salah satu penduduk kemah itu memiliki seorang anak yang lumpuh dan tidak bisa berdiri. Penduduk itu mengambil air sisa jamuan seraya berkata pada istrinya.

"Usapkan air ini ke seluruh badan anak kita, mudah-mudahan bisa sembuh berkat barokah para tentara perang itu"

Istrinya pun mengusapkan air itu ke seluruh anggota badan anaknya.

Ketika pagi menjelang, para perampok itu berpamitan untuk pergi beraksi lagi dan kembali di sore hari ke perkemahan itu dengan hasil rampokannya.

Para perampok itu melihat anak yang kemarin malam masih lumpuh sudah bisa berjalan dengan normal.

"Anak itu yang kemarin lumpuh?" tanya mereka.

"Ya, saya ambil sisa air jamuan kalian, lalu mengusapkannya ke badan anak kami ini" jawab penduduk kemah.

Para perampok itu menangis mendengar jawaban penduduk kemah tersebut, dan mengakui bahwa mereka bukanlah rombongan tentara perang, melainkan perampok yang suka beraksi menjarah kampung-kampung dan rombongan saudagar. 

"Anakmu bisa sembuh bukan karena kami, tapi dia bisa sembuh berkat kuatnya keyakinanmu pada Allah SWT, sekarang kami akan bertaubah pada Allah".

Kelompok rampok itu kemudian bertaubat dan menebus kesalahan mereka dengan benar-benar menjadi tentara perang Islam, berjihad memperjuangkan islam, sampai mereka mati syahid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar