Rabu, 31 Desember 2025

CONTOH SOAL SKI KELAS X SEMESTER GANJIL BESERTA JAWABANNYA

 Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Di bulan Desember sekolah memasuki akhir semester ganjil pada setiap tahun pelajaran yang berlangsung selama setengah tahun. Guru melaksanakan asesmen sumatif akhir semester untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajarn yang telah dilakukan selama satu semester. 

Berikut ini adalah contoh soal pilihan ganda yang dapat guru gunakan dalam pelaksanaan asesmen akhir semester ganjil untuk kelas X mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) beserta jawabannya.



1.  Masyarakat mekah sebelum datangnya Islam sangat suka berbuat maksiat, masa sebelum Islam ini disebut …

a. masa keemasan

b. masa jahiliyah

c. masa kenabian

d. masa kebangkitan

e. masa kemunduran

Jawaban : B

2. Masyarakat Mekah sebelum datangnya Islam memiliki mata pencaharian utama yaitu ...

a. bercocok tanam dan beternak

b. berdagang dan berniaga

c. membuat kerajinan tangan

d. menjadi buruh

e. menjadi budak

Jawaban : B


3. Berikut adalah beberapa sifat penduduk Arab Mekah sebelum kedatangan Islam, kecuali ...

a. suka mabuk-mabukan

b. suka mencuri

c. suka mengubur bayi perempuan

d. suka berjudi

e. suka berzakat

Jawaban : E


4. Rasulullah mengalami satu tahun yang cukup berat, dimana istri dan kakek beliau wafat. Tahun itu disebut dengan ...

a. tahun baru

b. 'amul jamaah

c. 'amul huzni

d. tahun gajah

e. tahun keberkahan

Jawaban : C


5. Sebelum datangnya Islam ke Madinah, terdapat dua suku di kota itu yang selalu bertikai, yaitu ...

a. Suku Quraisy dan Bani Hasyim

b. Suku Auz dan Khazraj

c. Suku Khazraj dan Nadhir

d. Khazraj dan Qainuqa

e. Aus dan Qainuqa

Jawaban : B


6. Sikap bangsa Quraisy terhadap ajaran baru yang dibawa oleh Rasulullah SAW pada umumnya, adalah...

a. bersuka cita

b. menyambut dengan ramah

c. menghormati dan mengikuti dakwah Rasulullah SAW

d. mendukung dan membantu

e. memusuhi Rasulullah SAW

Jawaban : E


7. Perjanjian yang terjalin antara Rasulullah dengan beberapa orang dari Suku Aus dan Khazraj saat mereka datang ke Mekah untuk melaksanakan haji disebut dengan ...

a. perjanjian hudaibiyah

b. perjanjian aqabah

c. mitsaqul Madinah

d. perjanjian Al Haramain

e. perjanjian dagang

Jawaban : A


8. Saat peristiwa hijrah ke Madinah, Rasulullah SAW menyusul umatnya yang sudah berangkat terlebih dahulu ke Madinah. Beliau ditemani oleh satu sahabat dekat beliau. Sahabat yang menemani beliau adalah ...

a. Zaid Bin Haritsah

b. Abu Bakar As Siddiq

c. Umar Bin Khattab

d. Ustman Bin Affan

e. Ali Bin Abi Thalib

Jawaban : B


9. Saat Rasulullah SAW berdakwah, ada beberapa orang yang bersedia masuk Islam, baik dari kalangan dewasa maupun anak-anak. Yang pertama kali masuk Islam dari kalangan anak-anak adalah ...

a. Abu Bakar Assiddiq

b. Siti Khodijah 

c. Ali Bin Abi Thalib

d. Salman Al Farisi

e. Umar Bin Khattab

Jawaban : C


10. Setibanya di Kota Madinah, langkah pertama kali yang beliau lakukan saat berada di Madinah adalah ...

a. membangun rumah

b. membangun masjid

c. berperang melawan kaum kafir

d. mengusir penduduk Madinah

e. membagikan harta

Jawaban : B



11. Dalam dakwah Rasulullah SAW di Madinah, beliau pertama kali mempersaudarakan ...

a. Aus dan Khazraj

b. Muhajirin dan Anshar

c. Nadhir dan Anshar

d. Muhajirin dan Bani Quraisy

e. Bani Qainuqa dan Anshar

Jawaban : B


12. Dalam upaya mempertahankan Kota Madinah dari serbuan orang-orang kafir Mekah adalah dengan membangun parit yang mengitari Kota Madinah. Sahabat Rasulullah yang mengusulkan penggalian parit dalam perang khandaq adalah ...

a. Khalid Bin Walid

b. Salman Al Farisi

c. Umar Bin Khattab

d. Ali Bin Abi Thalib

e. Bilal Bin Rabbah

Jawaban : B


13. Dakwah Rasulullah di Mekkah membuahkan hasil, ada beberapa sahabat yang masuk Islam pada awal-awal dakwah beliau. Sahabat-sahabat yang pertama kali masuk Islam disebut ...

a. Al Mubassyirun Bil Jannah

b. Assabiqun Al Awwalun

c. Al Muhajirin

d. Al Anshar

e. Khulafaurrasyidin


14. Rasulullah memiliki sikap yang terpuji, beliau sangat dipercaya oleh bangsa Quraisy, sehingga beliau mendapat julukan ...

a. al amin

b. al nadhir

c. al basyir

d. al risalah

e. al wajiz

Jawaban : A


15. Dari segi kesenian dan budaya, bangsa Arab pra-Islam sangat tertarik dan menyukai ...

a. berpidato

b. bermusik

c. bersyair

d. berpantun

e. merajut kain

Jawaban : C


Itulah beberapa contoh soal SKI untuk kelas X beserta jawabnnya.

Semoga bermanfaat, jangan lupa tinggalkan masukan kalian di kolom komentar ya!


 

Selasa, 30 Desember 2025

CONTOH JAWABAN STUDI KASUS TENTANG LKPD PPG DALJAB

 Assalamualaikum.

Bagi anda yang mengikuti PPG Dalam Jabatan, anda akan mengerjakan test Uji Pengetahuan (UP) dengan menjawab test tulis berupa pilihan ganda dan esai studi kasus.

Berikut saya sajikan contoh jawaban esai untuk studi kasus berkaitan dengan Lembar Kerja Peserta Didik atau LKPD.


1.      Masalah Yang Ditemui.

Saat saya mengajar di MA Al Ikhlas ( pada mata pelajaran Bahasa Arab tentang materi hobi, saya menemukan bahwa LKPD yang saya sediakan terlalu monoton dan kurang menarik. LKPD tersebut hanya berisi soal-soal dan tugas-tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik tanpa adanya elemen visual, petunjuk kerja, dan kegiatan yang menuntut siswa aktif dalam pembelajaran. Akibatnya, siswa kurang antusias mengikuti pembelajaran, kebingungan mengerjakan tugas yang ada, dan kelas yang cenderung pasif. LKPD tersebut bersifat statis dan tidak menyajikan petunjuk-petunjuk kontekstual sehingga siswa merasa jenuh saat pembelajaran berlangsung.

Selain itu, peserta didik merasa tidak cocok dengan teks naratif yang ada di dalam LKPD tersebut. Kurangnya variasi dalam desain dan penyampaian LKPD menjadi penyebab kurangnya keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran yang berlangsung.


2.      Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

Sebagai Upaya untuk mengatasi masalah LKPD yang terlalu monoton tersebut, saya mulai dengan melakukan asesmen awal terlebih dahulu untuk menganalisis kebutuhan, minat, dan gaya belajar peserta didik yang beragam. Setelah ditemukan kebutuhan belajar siswa yang beragam, saya mendesain ulang LKPD agar lebih variatif dan memuat petunjuk kerja dan petunjuk aktifitas yang jelas. Saya juga menambahkan beberapa gambar-gambar interaktif dengan warna yang tidak terlalu mencolok, menyajikan beberapa tabel, dan visual yang lebih menarik.

Selain itu saya menambahkan beberapa aktifitas yang praktis dan interaktif untuk menumbuhkan kerjasama antar peserta didik.

Dengan adanya LKPD yang variatif ini, peserta didik diharapkan akan lebih aktif mengikuti proses pembelajaran yang berlangsung. Suasana kelas akan lebih hidup dengan pembelajaran inklusi yang menyediakan kebutuhan belajar peserta didik secara menyeluruh.

 LKPD tersebut tidak lagi terbatas hanya pada soal-soal saja, tetapi memberikan siswa petunjuk kerja yang jelas, sehingga peserta didik merasa tertarik dan antusias dalam mengikuti pembelajaran baik secara mandiri maupun kerja kelompok.

Saya juga menambahkan beberapa kolom refleksi diri agar siswa dapat mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari mereka.


3.      Manfaat/Hasil yang Diperoleh

Manfaat dari penggunaan LKPD yang lebih variatif ini, partisipasi siswa meningkat dan kelas menjadi lebih aktif dan hidup. Peserta didik yang awalnya kurang bersemangat mengikuti pembelajaran berubah menjadi lebih aktif dan interaktif di kelas. Mereka juga dengan senang hati mengerjakan tugas yang ada didalam LKPD. Murid merasa pembelajaran menggunakan LKPD tersebut jadi lebih menyenangkan karena materi yang ada tidak bersifat teks naratif lagi, melainkan bersifat penyampaian petunjuk materi dan tugas yang cocok dengan kemampuan mereka masing-masing.

Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya penilaian formatif mereka saat proses pembelajaran berlangsung, baik secara pemahaman konsep maupun penyampaian gagasan yang bersifat tertulis.

4.      Pelajaran Berharga dari Penggunaan LKPD

Pelajaran berharga yang dapat saya petik dari penggunaan LKPD yang lebih variatif, antara lan.

Pertama, pentingnya pelaksaaan asesmen awal untuk menganalisis kebutuhan belajar siswa yang beragam sebagai upaya untuk menyesuaikan pembelajaran dan LKPD yang sesuai dengan gaya belajar mereka.

Kedua, kondisi kelas yang pasif dikarenakan penggunaan LKPD yang kurang variatif akan berakibat pada tidak aktifnya peserta didik dalam berpartisipasi pada proses pembelajaran, yang tentunya akan membawa kearah tidak tercapianya tujuan pembelajaran yang jelas dan efektif.

Ketiga, penyediaan LKPD yang bervariatif dan menggunakan petunjuk kerja yang jelas akan membuat siswa tertarik dan aktif dalam pebelajaran. Hal ini akan berdampak positif pada perkembangan kognitif maupun sikap peserta didik.

Keempat, sebagai seorang guru harus senantiasa berinovasi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik.

CONTOH JAWABAN ESAI STUDI KASUS MEDIA PEMBELAJARAN PPG DALJAB

Sebagai syarat kelulusan yang harus ditempuh oleh bapak/ibu guru dalam mengikuti kuliah Program Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG DALJAB), peserta PPG akan mengerjakan beberapa tes yang mencakup uji pengetahuan (UP) dan uji kinerja (UKin). 

Untuk mengerjakan uji pengetahuan (UP), peserta akan mengerjakan beberapa tes pilihan ganda tentang Pedagogical Content Knowledge (PCK) sebanyak 35 soal pilihan gandan dan soal Situational Judgement Test (SJT) sebanyak 30 soal dengan durasi 75 menit. Peserta PPG juga akan disajikan soal berbentuk esai tentang studi kasus yang mencakup pengalaman masalah atau kasus nyata, upaya dalam menghadapi masalah tersebut, hasil yang diperoleh dari upaya menghadapi masalah tersebut, dan pengalaman berharga yang dapat diambil.

Berikut ini saya sajikan contoh esai untuk latihan mengisi soal esai pada ujian pengetahuan (UP) PPG yang berbentuk studi kasus.

Deskripsi Masalah Atau Kasus Nyata

Deskripsi masalah atau kasus nyata (antara lain karakteristik siswa, karakteristik materi, kesulitan belajar siswa, ketersediaan fasilitas pendukung, ketersediaan waktu, atau kondisi lingkungan), sehingga dapat dijadikan alasan untuk mengembangkan *media pembelajaran* yang dipilih

Selama saya bertugas di (sesuaikan dimana bapak/ibu bertugas mengajar), saat saya mengajar (sesuaikan dengan mapel dan materi), saya mendapati beberapa siswa yang kurang antusias mengikuti pembelajaran, mereka tampak lesu dan malas untuk ikut aktif dalam proses belajar. Saya juga mendapati ada beberapa siswa yang mengeluhkan bahwa media cetakan contoh yang saya sediakan membuat mereka cepat bosan.

Hal ini sangat berpengaruh pada berlangsungnya proses pembelajaran yang ada di kelas, bahkan siswa yang merasa bosan itu mengganggu siswa lain yang lebih serius dalam pembelajaran, dan berdampak pada tidak tercapainya tujuan pembelajaran yang efektif.

Dari masalah tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa yang menyebabkan semua itu terjadi dikarenakan media yang saya gunakan tidak sesuai dengan gaya belajar, kebutuhan, dan minat mereka yang beragam.

 

 Deskripsi upaya pengembangan atau penggunaan *media pembelajaran*

Deskripsi upaya pengembangan atau penggunaan *media pembelajaran* meliputi tiga aspek esensial: praktis (dapat digunakan), sesuai dan rasional dengan masalah yang dihadapi, serta relevan dengan strategi pembelajaran yang digunakan.

Setelah melakukan asesmen awal, saya mengetahui bahwa sebagian siswa ada yang suka belajar menggunakan media visual, audio, dan praktikal. Dari hasil asesmen berikut saya berupaya mengembangkan media yang saya pakai agar lebih variatif menyesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan gaya belajar siswa yang bermacam-macam. Saya menggunakan penjelasan lewat audio sound system, kemdian setelah itu menyajikan beberapa contoh lewat gambar dan slide power point, dan terakhir memutar video yang berisi materi.

Dengan adanya media yang bervariatif diharapkan siswa dapat belajar dengan nyaman dan aktif, karena mereka dapat memilih gaya dan kebutuhan belajar yang sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing, sehingga akan berdampak positif terhadap tercapinya tujuan pembelajaran yang diinginkan.

 

Deskripsi hasil dari penggunaan *media pembelajaran*

Deskripsi hasil dari penggunaan *media pembelajaran* mencakup bentuk keberhasilan yang jelas, bukti pendukung atau perubahan yang terjadi yang sangat jelas dan dapat diverifikasi, serta sangat masuk akal dan sesuai dengan masalah yang diatasi.

Setelah menggunakan media pembelajaran yang bervariasi dengan menyesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa, dari media audio, visual gambar, video yang berisi materi, dan praktik, saya mendapati beberapa siswa yang awalnya tidak semangat mengikuti pembelajaran sudah menunjukkan antusias yang cukup baik, kemudian beberapa siswa yang awalnya kesulitan memahami materi sudah bisa memahami materi dengan baik.

Hal tersebut dibuktikan dengan respon mereka dalam menjawab pertanyaan terbuka saya tentang materi yang dibahas, siswa mulai berebut untuk menjawab pertanyaan yang saya sampaikan. Peserta didik juga menunjukkan sikap yang positif saat pembelajaran berlangsung, mereka lebih tertib dan aktif mengikuti pembelajaran.

Disamping itu, ketika diberikan tugas mandiri atau kelompok, peserta didik menjawab pertanyaan yang ada dengan sangat baik, ini dibuktikan dengan peningkatan nilai asesmen sumatif mereka setelah pembelajaran berlangsung. Nilai mereka bagus-bagus.

 

Deskripsi pengalaman berharga

Deskripsi pengalaman berharga yang dapat dipetik berkaitan dengan pengembangan atau penggunaan *media pembelajaran* yang efektif, cara antisipasi untuk menghindari atau mencegah masalah serupa di masa depan, dan strategi untuk meningkatkan kualitas penanganan masalah belajar melalui penggunaan media pembelajaran.

Hikmah yang dapat saya ambil dari penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik adalah;

Pertama, perlunya melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam.

Kedua, peserta didik memiliki gaya, kebutuhan, dan minat belajar yang berbeda-beda berdasarkan aspek emosional dan sosial mereka  masing-masing, sehingga guru dituntut untuk menyesuaikan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar mereka.

Ketiga, media pembelajaran yang variatif, inovatif, praktis, sesuai, dan rasional sangat membantu peserta didik agar lebih cepat memahami materi yang dipelajari.

Sebagai upaya antisipasi, saya sebagai guru berencana akan menyediakan media pembelajaran yang lebih bervariasi sebagai upaya memudahkan peserta didik memahami materi yang dipelajari di kelas, namun ketersediaan media harus berdasarkan pertimbangan lembaga masing-masing.

Strategi pengembangan media pembelajaran juga bisa dengan menerapkan penggunaan media yang lebih sederhana menyesuaikan dengan kemampuan lembaga masing-masing tempat guru bertugas.

Minggu, 28 Desember 2025

ILMU ZOOLOGI DALAM ISLAM

 

Ilmu Zoologi atau ilmu hewan Adalah disiplin ilmu yang secara umum mempelajari tentang kehidupan hewan. Ilmu ini merupakan cabang dari ilmu Biologi. Pengkajian tentang ilmu ini sudah dimulai sejak abad ke-16 masehi.

Cakupan pembahasan pada ilmu zoologi struktur, fungsi, evolusi, perilaku, klasifikasinya dan interkasinya dengan lingkungan sekitar.

Tokoh pemikir yang berkontribusi besar pada perkembangan ilmu ini Adalah Aristoteles dan beberapa tokoh modern seperti Darwin, Watson, dan Crick yang memperluasnya menjadi beberapa spesialisasi seperti etologi, ekologi, dan genetika molecular.

Lalu bagaimana dengan dunia Islam?

Apakah islam memperhatikan ilmu ini atau tidak?

Oke, kita bahas.


Islam sebagai agama yang sangat perhatian terhadap perkembangan ilmu, rasanya mustahil jika mengatakan Islam tidak perhatian sama sekali terhadap ilmu zoologi. Islam menganggap ilmu sebagai pondasi utama dalam kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk yang berakal tidak bisa dilepaskan dari segala macam ilmu.

Disamping itu pula, hewan merupakan makluk ciptaan Allah Swt, sama seperti manusia. Yang membedakan manusia dengan hewan hanya terletak pada akal yang dimiliki. Mempelajari hewan merupakan Upaya manusia untuk memahami kebesaran Allah Swt. Tujuan yang sangat mulia, bukan.

Seorang ilmuwan muslim yang hidup pada masa kejayaan peradaban Islam, Bernama Abu Ustman Amr Ibnu Bahr Al Qinanih Al Fuqaymih Al Basri, atau lebih dikenal dengan Al Jahiz pernah mendedikasikan diri pada ilmu zoologi. Beliau menulis setidaknya 200 karya, namun karya tersebut hilang entah kemana. Yang tersisa dari karya berharga itu hanya tinggal 30 an karya saja.

Al Jahiz menulis sebuah karya besar berisi ensiklopedi hewan yang memuat sekitar 350 spesies hewan dilengkapi dengan gambar-gambar dan penjelasan yang detail.

Selain itu, ada seorang ilmuwan dari abad ke 7 Hijriyah bernama Kamaluddin Abu Al Baqa’ Muhammad Bin Musa Bin Isa Addimairi atau Ad Damiri yang cukup unik dalam menyajikan karya di bidang ilmu zoologi ini. Karya beliau yang berjudul Hayaatu Al Hayawan Al Kubro merupakan karya yang membahas ilmu zoologi dengan berbagai aspek. Manhaj yang beliau sampaikan dalam karyanya ini cukup menarik Dimana penjelasan tentang hewan tidak hanya dibahas dari segi habitatnya saja, tapi juga aspek fiqih, fadlilah, perumpamaan, khasiat, dan takbir mimpinya.

Keunggulan dari karya Addamiri yang satu ini juga terletak pada struktur nama-nama hewan yang diurut berdasarkan huruf hijaiyah dari alif sampai ya. Keunggulan lainnya dari karya mengagumkan ini adalah adanya dalil dari Al Qur’an, hadits, ucapan sahabat nabi, karya sastra Arab, dan hikayat Arab yang mendukung setiap penjelasan beliau pada setiap spesies hewan.

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa ilmu zoologi dalam Islam bukanlah ilmu yang tabu. Ilmu ini menduduki peringkat keilmuan yang cukup tinggi dan dibahas oleh-oleh beberapa ilmuan Islam yang ternama.

Semoga bermanfaat, jangan lupa tinggalkan komentar jika ada penyampaian saya yang salah.

Kamis, 25 Desember 2025

PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW

Assalamualaikum teman-teman.

Kita belajar sejarah lagi, yuk!

Masa Nabi Muhammad SAW adalah masa paling indah bagi para pengikutnya, mereka dapat menyaksikan langsung akhlak Rasulullah SAW. Periode ini oleh sejarawan dikategorikan pada periode sejarah klasik. 



Kondisi Mekah dan Madinah Sebelum Kedatangan Islam 

Dari segi keyakinan, masyarakat Arab sebelum datangnya Islam dikenal sebagai masyarakat jahiliyah. Mereka saat itu masih menyembah berhala, memiliki pandangan bahwa hidup hanya di dunia saja dan tidak ada lagi kehidupan sesudahnya. Oleh karena itu, masyarakat Arab sangat suka berbuat maksiat hanya untuk kesenangan dunia saja.
Dari segi ibadah, bangsa Arab terbagi menjadi beberapa golongan. Golongan tersebut memiliki kepercayaan yang berbeda-beda sesuai dengan keyakinan mereka masing-masing. Golongan tersebut sebagai berikut;
  1. Golongan yang mengingkari Allah Swt dan hari kebangkitan,
  2. Golongan yang mengakui adanya Allah Swt tetapi mengingkari adanya hari kebangkitan,
  3. Golongan penyembah berhala,
  4. Golongan yang mengimani kitab-kitab terdahulu, dan 
  5. Golongan penyembah malaikat, jin, dan roh.
Selain menyembah berhala, di kalangan bangsa Arab ada pula yang menganut agama Nasrani, Yahudi, dan Majusi.

Dari segi sosial, masyarakat Arab jahiliyah hidup berkelompok dalam suatu suku atau kabilah. Kaum wanita saat itu dianggap paling lemah sehingga mereka tidak menyukai anak perempuan, bahkan mereka menganggap anak perempuan sebagai aib dalam keluarga dan tega menguburkannya hidup-hidup.
Namun, peradaban bangsa Arab sebelum datangnya Islam tidaklah sepenuhnya primitif. Kehidupan mereka sudah cukup maju. Ada beberapa hal yang dapat dikatakan sebagai kemajuan bangsa Arab sebelum Islam.
  1. Tradisi keilmuan yang sudah berkembang
  2. Mereka mahir dalam bisnis perdagangan
  3. Beternak dan bertani
  4. Mahir dalam bersyair
  5. Sangat menghormati tamu
  6. Suka menepati janji

Lahirnya Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW dilahirkan di kota Mekah pada tanggal 12 Robiul Awal atau 20 April 571 Masehi. Beliau dilahirkan dari rahim seorang ibu yang mulia bernama Aminah dalam keadaan yatim, karena ayah beliau Abdullah sudah wafat saat beliau berada di dalam kangdungan ibunya. 
Beliau tumbuh dan besar di kalangan bangsa Quraisy, menggunakan bahasa mereka, yaitu bahasa Arab. Dari kecil beliau sudah menunjukkan akhlak yang sangat mulia, sehingga beliau mendapat julukan Al Amin, yang berarti terpercaya. Ini menandakan bahwa akhlak Rasulullah SAW sangatlah mulia, sehingga siapapun dapat merasakan dan menyaksikannya sendiri, sampai menyanjungnya dengan sebutan Al Amin tersebut.
Saat umur beliau menginjak umur 6 tahun, beliau menjadi yatim piatu karena sang ibu wafat. Kehidupan beliau selanjutnya diasuh oleh kakek beliau yaitu Abdul Muthalib.
Pada umur 12 tahun, beliau sudah mengenal perdagangan, sebab saat itu beliau sudah diajak berdagang oleh pamannya, Abu Thalib ke negeri Syam. Dari pengalaman berdagang beliau inilah, Nabi Muhammad SAW di masa remajanya, bekerja pada seorang saudagar wanita bernama Khadijah, yang kemudian menjadi istri beliau.

Dakwah Rasulullah SAW

Fase kenabian Rasulullah SAW dimulai sejak beliau menerima wahyu untuk pertama kali, yaitu saat beliau berumur 40 tahun dan sedang ber'uzlah di gua Hira. Ayat Al Qur'an yang pertama kali turun adalah surat Al Alaq ayat 1-5. Fase ini menandakan dimulainya dakwah Islam baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan.
Pada periode ini, selama kurang lebih tiga tahun, Rasulullah SAW berdakwah secara sembunyi-sembunyi di rumah seorang sahabat bernama Arqam Bin Abil Arqam. Dakwah secara sembunyi-sembunyi ini dilakukan oleh Rasulullah SAW untuk menghindari gejolak yang sangat mungkin terjadi di kalangan masyarakat. Beliau memulai dakwahnya kepada keluarga dan kerabatnya.
Beberapa kerabat dan sahabat beliau mulai memeluk agama Islam dan merupakan generasi awal yang mengikuti dakwah beliau, mereka kemudian disebut dengan Assabiqun Al Awwalun yang terdiri dari Siti Khadijah, Ali Bin Abi Thalib, Abu Bakar Assiddiq, Zaid Bin Haritsah, dan Ummu Aiman.
Setelah melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi, Rasulullah melanjutkan dakwahnya secara terang-terangan. Di awal dakwahnya, Rasulullah menghadapi berbagai cobaan yang datang dari arah kaum kafir Quraisy, penyiksaan, pemboikotan, dan ancaman pembunuhan dihadapi dengan tabah oleh Rasulullah dan para pengikutnya.
Penyiksaan-penyiksaan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy, menjadikan hidup para pengikut Rasulullah SAW semakin menderita. Sehingga Rasulullah berinisiatif untuk melakukan hijrah. 
Ada 3 peristiwa hijrah yang menghiasi perjalanan dakwah Rasulullah SAW.
  1. Hijrah ke Habasyah, sesuai dengan perintah hijrah dari Allah Swt kepada Rasulullah, umat Islam saat itu melakukan hijrah ke Habasyah. 
  2. Hijrah ke Thaif, alasan nabi memilih Thaif sebagai tujuan hijrah pertama beliau karena Thaif merupakan kota kedua setelah Mekah, disana ada keluarga beliau. Beliau berharap dapat perlindungan dan dakwahnya bisa diterima, namun kenyataanya penduduk kota Thaif tidak mau memberikan dukungan kepada dakwah Rasulullah SAW.
  3. Hijrah ke Yatsrib. Penduduk kota Yatsrib meminta Rasulullah SAW untuk hijrah ke kota mereka dan berjanji akan memberikan perlindungan kepada beliau dan pengikutnya. Kota Yatsrib menjadi tempat paling aman untuk hijrahnya Rasulullah SAW dikernakan disana sudah banyak penganut agama Islam yang dibawa oleh suku Aus dan Khazraj yang berbai'at kepada Rasulullah saat kunjungan mereka ke Mekah dalam rangka melaksanakan ibadah haji. Setelah peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW kota ini kemudian dikenal dengan Madinah.
Dakwah Rasulullah di Madinah merupakan awal berkembangnya agama Islam. Dengan kecerdasan Rasulullah dalam memimpin umatnya, ada beberapa hal yang dilakukan beiau saat tiba di kota Madinah, diantaranya;
  1. Membangun masjid sebagai pusat dakwah beliau
  2. Mempersatukan suku Aus dan Khazraj
  3. Mempersatukan kaum Muhajirin dan Ansor
  4. Penanaman nilai-nilai moral, dan
  5. Membentuk tatanan masyarakat yang terstruktur.
Setelah kekuatan Islam dinilai cukup kuat untuk melakukan upaya defensif terhadap semua interfensi kaum kafir Quraisy, umat Islam tidak lagi dengan mudah disiksa oleh kaum kafir Quraisy, mereka sudah mampu untuk memberikan perlawanan terhadap upaya jahat orang-orang Kafir Mekah. Hal inilah yang menimbulkan beberapa peristiwa perang yang terjadi antara umat Islam dengan kaum kafir, diantaranya;

Perang badar
Perang Badar adalah perang pertama yang terjadi antara umat Islam dengan orang-orang kafir Mekah. Perang ini terjadi pada tahun ke-2 hijriyah. Umat Islam yang berjumlah 313 orang bertemu dengan 1000 pasukan kaum Kafir Mekah di lembah bernama Badar. Perang ini dimenangkan oleh pasukan kaum muslimin.

Perang Uhud
Perang Uhud merupakan upaya balasan dari kaum kafir karena kekalahan mereka di perang Badar. Mereka menghimpun kekuatan dan melancarkan perang berikutnya di tahun ke-3 hijriyah. Pada perang ini umat Islam mengalami kekalahan dikarenakan pasukan pemanah yang harusnya berjaga diatas bukit turun karena tergiur harta rampasan.

Perang Khandaq
Perang Khandaq adalah perang yang terjadi antara kaum muslimin dengan kaum kafir Mekah yang datang untuk menyerbu Madinah. Perang ini adalah upaya mempertahankan Kota Madinah dari serangan kaum Kafir Mekah. 
Sebagai pertahanan, salah satu sahabat Nabi dari Persia bernama Salman Al Farisi mengusulkan pembuatan parit (dalam bahasa Arab; khandaq) sebagai benteng yang dapat melindungi kota Madinah dari serbuan langsung orang-orang kafir Mekah.

Perang Mu'tah 
Perang ini disebabkan karena Haris Al Ghassani, menolak penyampaian wahyu dan ajakan masuk Islam yang dilakukan Rasulullah SAW. Rasulullah mengirim pasukan dibawah komando Zaid Bin Haritsah. Pihak muslimin mendapat kesulitan menghadapi pasukan Al Ghassani yang dibantu pasukan Romawi. Beberapa sahabat gugur dalam pertempuran tersebut, termasuk Zaid Bin Haritsah sendiri. Akhirnya, Khalid Bin Walid mengambil alih komando pasukan dan menarik pasukan muslimin ke Madinah.

Fathu Mekah
Fathu Mekah atau penaklukan Mekah dilatarbelakangi oleh anggapan kaum kafir Quraisy kekuatan kaum muslimin telah hancur akibat kalah perang di Mu'tah, sehingga isi perjanjian Hudaibiyah tidak penting lagi bagi mereka. Kaum kafir Quraisy malakukan penyerangan terhadap Bani Khuza'ah yang berada di bawah perlindungan Rasulullah SAW. Rasulullah mengumpulkan kurang lebih 10.000 pasukan menuju Mekkah. Mekah dapat ditaklukkan dengan mudah dan banyak penduduknya yang masuk Islam.

Setelah peristiwa Fathu Mekah, banyak respon yang muncul dari berbagai pihak yang menimbulkan beberapa peperangan lainnya. Seperti peristiwa Tabuk, Hunain dan perang Thaif. Namun islam bukan tambah mundur tapi malah semakin banyak penganutnya.

Islam dibawah kepemimpinan langsung oleh Rasulullah sangatlah tertib dan indah, segala urusan bertumpu pada keputusan Rasulullah SAW. Sehingga kemajuan islam terjadi dengan sangat cepat di bawah kepemimpinan langsung beliau.

PERIODE SEJARAH ISLAM

Kita sekarang belajar tentang sejarah peradaban Islam, yuk?

Materi obrolan kita ini saya ringkas saja, karena memang tujuannya hanya memberikan info terkait periode sejarah Islam saja, tanpa menjelaskan secara terperinci.

Sejarah islam pada intinya dibagi menjadi beberapa masa. 

Menurut sejarawan Nourouzzaman Shiddiqie, periode sejarah dibagi menjadi tiga periode sebagai berikut;

Periode klasik, dimulai dari lahirnya Rasulullah SAW sampai didudukinya Baghdad oleh penguasa Mongol Hulagu Khan (600-1258 m).

Perode klasik ini meliputi beberapa masa, dimana setiap masa dan kepemimpinannya memiliki karakter kepemimpinan, sosial, ekonomi, yang berbeda-beda.
  1. Dimulai dari lahirnya Rasulullah SAW pada tahun 52 sebelum hijriyah sampai tahun ke-11 hijriyah (570-632 M)
  2. Masa khulafaurrasyidin, dimulai dari kepemimpinan Abu Bakar sampai masa kepemimpinan Ali Bin Abi Thalib (632-661 M), 
  3. Masa Dinasti Umayyah (661-749 M), 
  4. Masa pemerintahan Bani Abbasiyah (749-1258 M)

Periode petengahan, terhitung sejak jatuhnya Baghdad sampai penghujung abad ke-17)

Periode ini dimulai sejak jatuhnya Kota Baghdad sebagai ibukota Dinasti Abbasiyah ke tangan Kekaisaran Mongol di bawah kepemimpinan Hulagu Khan sampai runtuhnya Kesultanan Ustmani di Turki. 
  1. Perintahan Dinasti Mamluk (1250-1517 M)
  2. Pemerintahan Kesultanan Usmaniyah/Ottoman di Turki (1517-1923 M)

Periode modern, periode ini dimulai dari abad ke-18 sampai masa kita hari ini.

Periode ini dimulai sejak runtuhnya kesultanan Turki Usmani sampai kira-kira tahun 2000-an. Bisa dibilang ini adalah periode terakhir dari peradaban sejarah Islam.

Rabu, 24 Desember 2025

TANDA-TANDA I'RAB

Pernahkah kalian mendengar kata i'rab?

Definisi i'rab adalah perubahan yang terjadi di akhir kata karena adanya amil yang menghendaki perubahan itu.

Dalam Ilmu Nahwu, i'rab ada empat macam, yaitu rafa', nashab, jar, dan jazm.



Apa saja kata yang harus dii'rab rafa, nashab, jar, dan jazm?

Marfu'atul Asma'

  1. Fa'il
  2. Naib Al Fa'il
  3. Mubtada
  4. Khabar
  5. Isimnya kaana
  6. Khabarnya inna
  7. Isim tawabi' pada marfu'(naat, athaf, taukid, dan badal)

Manshubatul Asma'

  1. Maf'ul bih
  2. Maf'ul Mutlaq (masdar)
  3. Dharaf zaman
  4. Dharaf makan
  5. Maf'ul liajlih
  6. Maf'ul ma'ah
  7. Hal
  8. Tamyiz
  9. Isti'na dengan illa
  10. Munada
  11. Khabarnya kaana
  12. Isimnya inna
  13. Isim tawabi' pada Manshub(naat, athaf, taukid, dan badal)

Majruratul Asma'

  1. Jar dengan huruf jar
  2. Mudlaf ilaih

Majzum

  1. Fiil mudlari' yang didahului huruf jazm 
  2. Fi'il amr

Dari keempat macam i'rab tersebut, ada tanda-tanda yang membedakan antara i'rab satu dengan yang lain.

Perhatikan tabel tentang pembagian i'rab beserta tanda-tandamya.

Dari tabel tersebut rinciannya sebagai berikut;

(Rafa')

Dlammah : 

  1. Isim mufrad, seperti جَاءَ زَيْدٌ
  2. Jama' taksir, seperti قَامَ رِجَال
  3. Jama' muannats salimah, seperti جَائَتْ مُسْلِمَاتٌ
  4. Fi'il mudlari shohih akhir, seperti يَفْعُلُ

Wawu :

  1. Jama' mudzakkar salim, seperti جَاءَ المُسْلِمُوْنَ
  2. Al Asma' Al Khamsah, seperti جَاءَ أبُوْكَ

Alif :

  1. Isim mutsanna, seperti قَامَ زيْدَانِ

Nun :

  1. Af'alul Khamsah, seperti يَفْعُلُوْنَ

(Nashab)

Fathah : 

  1. Isim mufrad, seperti رَأَيْتُ زَيْدًا
  2. Jama' taksir, seperti رَأَيْتُ رِجَالاً
  3. Fiil mudlari shahih akhir, seperti لَنْ يَفْعُلَ

Alif : 

  1. Asmaul Khamsah, seperti رَأَيْتُ أَبَاكَ

Ya' : 

  1. Isim mutsanna, seperti رَأَيْتُ مُسْلِمَيْنِ
  2. Jama' mudzakkar salim, sepeti رَأَيْتُ مُسْلِمِيْنِ

Kasrah : 

  1. Jama' muannats salimah, seperti رَأَيْتُ مُسْلِمَاتٍ

Hadzfu Nun : 

  1. Af'alul Khamsah, seperti لَنْ يَفْعُلُوْا

(Jar)

Kasrah : 

  1. Isim mufrad, seperti مَرَرْتُ بِزَيْدٍ
  2. Jama' taksir, seperti مَرَرْتُ بِرِجَالٍ
  3. Jama' muannats salimah مَرَرْتُ بِمُسْلِمَاتٍ

Ya' : 

  1. Isim mutsanna, seperti مَرَرْتُ بِزَيْدَيْنِ
  2. Jama' mudzakkar salim, seperti مَرَرْتُ بِمُسْلِمِيْنَ
  3. Asmaul Khamsah مَرَرْتُ بِأَبِيْكَ

Fathah : 

  1. Isim ghairu munsharif, seperti مَرَرْتُ بِسُلَيْمَانَ

(Jazm)

Sukun : 

  1. Fi'il mudlari shahih akhir, seperti لَمْ يَفْعُلْ

Membuang Huruf Illat : 

  1. Fi'il mudlari mu'tal akhir, seperti لَمْ يَغْزُ

Membuang Nun : 

  1. Af'alul Khamsah, seperti لَمْ يَضرِبُوْا
Demikianlah beberapa tanda i'rab yang dapat saya uraikan, apabila ada kritik dan saran, silahkan taruh di komentar.
Semoga ilmu ini bermanfaat.

Selasa, 23 Desember 2025

PEMBAGIAN FI'IL DALAM BAHASA ARAB

 SEKILAS TENTANG FIIL

Fi'il dalam Bahasa Arab adalah salah satu komponen yang sangat penting dalam Bahasa Arab. Pengetahuan terhadap fi'il dapat memberikan pemahaman yang lebih baik dalam memahami susunan kalimat Bahasa Arab.
Fi'il sendiri secara bahasa berarti 'perbuatan, pekerjaan, aksi, tindakan' atau lebih gampangnya disebut dengan kata kerja.
Sedangkan menurut istilah ulama ahli Bahasa adalah kata yang menunjukkan makna tertentu disertai dengan keterangan waktu.


Untuk mengetahui secara mendalam tentang fi'il, kita harus memahami dulu tanda-tanda yang ada pada kalimat fi'il tersebut, diantaranya;
1. Bisa dimasuki قَدْ contoh قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ
2. Bisa dimasuki س contoh سَيَقُوْلُ السُّفَهَاءُ من النَّاسِ
3. Bisa dimasuki سَوْفَ seperti كَلاَّ سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ
4. Bisa dimasuki تْ, تَ,تِ, تُ, النّون الـمُؤكّدة seperti ,فَعَلْتِ , افْعَلَنَّ, افْعَلِيْ ,فَعَلَتْ, فَعَلْتَ 

PEMBAGIAN FI'IL BERDASARKAN WAKTUNYA

Sesuai dengan definisi ulama nahwu, fi'il adalah kata yang menunjukkan satu maksud dengan disertai keterangan waktu.
Keterangan waktu yang berlaku bagi fi'il dalam bahasa Arab ada tiga, yaitu lampau/lalu, akan/mendatang, dan sedang. 
Perhatikan tabel berikut !
dari tabel berikut, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa fi'il madli menunjukkan waktu yang sudah dikerjakan, fi'il mudlari' menunjukka waktu sedang/akan mengerjakan, dan amr adalah perintah.

Didalam penggunaanya, ada beberapa aturan khusus tentang fi'il tersebut.


Fi'il madli harus mabni fathah selagi tidak bersambung dengan wawu jama' dan dlomir mutaharrik. 

Lalu, bagaimana jika ada wawu jama' atau dlamir mutaharrik?
Apabila bersambung dengan wawu jama' maka huruf akhir fiil madli tersebut didlammah, contoh فَعَلُوْا.
Apabila bersambung dengan dlomir mutaharrik, maka fiil madli tersebut harus disukun, seperti فَعَلْتَ

Fi'il mudlari selamanya dibaca rafa' selagi tidak kemasukan amil nashab, amil jazam.

Hukum asal fi'il mudlari' adalah mu'rab (bisa berubah akhirnya sesuai amil yang mempengaruhi) dengan rafa'.

Fi'il amr selamanya jazm

Khusus untuk fi'il amar harus jazm, baik dengan sukun, membuang huruf illat untuk bina' mu'tal akhir, atau membuang nun untuk af'alul khamsah.
Untuk tanda i'rab, akan kita bahas di tulisan yang lain.

MANFAAT MENGETAHUI PEMBAGIAN FI'IL BERDASARKAN WAKTUNYA

Tujuan dan manfaat memahami fi'il berdasarkan waktunya adalah kita bisa membedakan mana tindakan atau pekerjaan yang sudah terlaksana, yang belum terlaksana, yang sedang dilaksanakan, ataupun kalimat tersebut merupakan perintah atau bukan.
Ini berdampak sangat signifikan dalam mencerna maksud yang terkandung pada susunan kalimat berbahasa Arab.




Jumat, 19 Desember 2025

KISAH KEAJAIBAN BASMALAH

 Dikisahkan bahwa di zaman dahulu, ada seorang wanita yang memiliki seorang suami munafiq. Wanita ini memiliki kebiasaan baik, yaitu membaca bismillah setiap ingin melakukan sesuatu. Mau makan ia baca basmalah, mau minum, mau mencuci, dan segala hal dalam kegiatannya ia membaca basmalah.



Karena kebiasaan istrinya ini, timbul niat jelek dari suaminya.

"Akan kubuat dia malu dengan kebiasaannya itu" kata si suami.

Ia lalu menyerahkan kantong uang dan menitipkannya kepada sang istri.

"Tolong simpan kantong ini!"

Wanita itu meletakkan kantong itu di suatu tempat, lalu menguncinya.

Saat ada kesempatan, si suami mengendap ngendap mengambil kunci itu, mengambil kantong yang ada di dalamnya, mengambil uang yang ada di dalamnya, lalu membuangnya ke dalam sumur.

Si suami memanggil istrinya.

"Tolong ambilkan kantong uang yang aku titipkan kemarin"!

Wanita itu pergi ke tempat dimana ia menyimpan kantong itu kemarin, dan seperti biasa sebelum membuka tempat penyimpanan itu, ia membaca basmalah.

Keajaiban pun terjadi, berkat bacaan basmalahnya, Allah swt memerintahkan malaikat Jibril untuk turun ke dalam sumur dan mengembalikan kantong itu ke tempat semula.

Ketika wanita itu menyerahkan kantong kepada suaminya, si suami terkejut dan langsung bertaubat kepada Allah SWT.

Hikmah yang dapat diambil dari kisah ini adalah, membaca basmalah sangat besar fadlilahnya, yang akan menyelamatkan kita dari segala hal berbahaya sekalipun.


Daftar bacaan : Nawadir Al Qalyubi

Kamis, 18 Desember 2025

MACAM-MACAM TARKIB DALAM ILMU NAHWU

A. Istilah Kata, Kalimat, Paragraf, dan Frasa dalam Bahasa Arab

Sebelum lebih jauh ke materi kita, terlebih dahulu kita bahasa apa itu kata, kalimat, paragraf dan frasa dalam Bahasa Arab.

perlu diketahui bahwa istilah penyebutan kata, kalimat, paragraf, dan frasa dalam Bahasa Arab berbeda dengan Bahasa Indonesia. Kata dalam Bahasa Arab diistilahkan dengan Kalimah, kalimat dalam bahasa Arab diistilahkan sebagai jumlah, paragraf sebagai fikrah, dan frasa sebagai ibarah.

Dalam materi tentang tarkib, untuk memudahkan kefahaman materi kali ini,  fokusnya adalah pada kata (kalimah) dan kalimat (jumlah). Serta contoh-contoh di materi ini saya pakai contoh berbahasa Indonesia saja, agar mudah dipahami.


B. Macam Macam Tarkib dalam Ilmu Nahwu

Definisi tarkib adalah susunan kalimat yang terdiri dari dua kata atau lebih yang memiliki kegunaan. Baik kegunaannya sempurna (faidah tam), disebut dengan sempurna karena kalimatnya jelas. Seperti  النجاة في الصدق "kesuksesan ada pada kejujuran". Ataupun kegunaannya tidak sempurna (Faidah naqishah) dalam artian kalimat ini masih tidak jelas, rancu, ambigu dan tidak memberikan info apapun. Seperti  نُوْرُ الشَّمْسِ "cahaya matahari" dan  إِنْ تَتقنُ عَلَى عَمَلِك  "jika kamu yakin amalmu". Dua contoh terakhir ini tidak jelas, dan pendengar tidak mendapatkan info apapun.

Dalam ilmu nahwu, tarkib atau selanjutnya disebut murakkab memiliki beberapa macam dan jenis. Masing-masing juga memiliki ciri dan konsep yang berbeda. Baik dilihat dari susunan kalimatnya, ataupun dari fungsinya.

1) Murakkab Isnadi, yang berarti, susunan kalimat yang terdiri dari musnad dan musnad ilaih. Isnad sendiri bermakna menghukumi sesuatu dengan sesuatu. Seperti الصّبر زَيْنٌ "Sabar adalah hiasan" dan يَفْلحُ الصّابرُ "Orang penyabar akan menang".

2) Murakkab Idlafi, kalimat yang terdiri dari susunan idlafah, kata pertama disebut mudlaf, sedangkan kata kedua disebut mudlaf ilaih. Contoh, كِتَابُ التِّلميذِ Adapun ketentuan pada kalimat ini adalah; kata pertama, tidak boleh ber أل, bertanwin, dan ber nun. Sedangkan di kata kedua harus dibaca jar.

3) Murakkab Bayani, adalah kalimat yang tersusun dari dua kosakata dimana kata kedua merupakan kata penjelas dari kata pertama. Murakkab Bayani terdiri dari tiga bagian, yaitu;

a. Murakkab Washfi, yaitu kalimat yang terdiri dari sifat dan maushufnya, seperti فَازَ التلميذ المجتهد (Murid yang rajin itu berhasil)

b. Murakkab taukidi, yaitu kalimat yang terdiri dari muakkid (penegas) dan muakkad (objek yang dipertegas). Seperti, جَاءَ الطّلاَّبُ كُلُّهُم (Siswa datang seluruhnya)

c.  Murakkab Badali, yaitu kalimat yang terdiri dari badal (penjelas) dan mubdal minhu (yang diperjelas), contoh رَأيْتُ خَلِيْلاً أَخَاكَ (Aku melihat Kholil, saudaramu).

4) Murakkab ’athfi (Konjungtif), adalah kalimat yang terdapat kata hubung (athaf) di dalamnya, contoh مَرَرْتُ بِمُحَمَّدٍ وَ صَالِحٍ (saya berpapasan dengan Muhammad dan Saleh)

5) Murakkab Mazji (Kata majemuk/Frasa), yaitu kalimat yang terdiri dari dua kosa kata kemudian dijadikan satu kata, seperti بَيْتَ لَحْمَ (Nama daerah di Israel) حَضْرَمَوْتَ (Nama daerah di Yaman). Bahkan, kalau kita melihat nama daerah di Indonesia juga banyak yang menggunakan kata frasa, seperti Sukabumi, Surabaya, Yogyakarta, dll.

6) Murakkab ’Adadi, yaitu kalimat hitungan dalam bahasa arab yang terdiri dari dua kata angka, antara kata pertama dan kedua dikira-kirakan huruf ’athaf (kata hubung). Ini berlaku pada hitungan angka sebelas sampai sembilan belas dalam Bahasa Arab. Seperti أحَدَ عَشَرَ (sebelas).

Dalam murakkab ‘adadi ada ketentuan khusus yaitu kedua kata tersebut harus dimabnikan fathah, baik dalam i’rab rafa’, nashab, maupun jar.

Semoga bermanfaat.

Daftar Rujukan : Kitab jamiuddurusularabiyah, karya Syekh Mustafa Al Ghalayiyni 


Rabu, 17 Desember 2025

APA SAJA PENYEBAB FA'IL DIBUANG DALAM STRUKTUR KALIMAT NAIBUL FAIL

1. Definisi Naibul Fi'il

      Ada bebarapa definisi naibul fail yang bisa dijadikan acuan dalam memahami naibul fail secara tepat, diantaranya ; 
  • Naibul fiil adalah musnad ilaih yang terletak setelah fiil mabni lilmajhul atau yang serupa (isim maf'ul).
  • Naibul fiil adalah maf'ul bih yang menempati tempatnya fail, yang berarti dalam susunan naibul fa'il adalah susunan yang terdiri dari fi'il, fail, dan maf'ul yang kemudian failnya dibuang dan diganti dengan maf'ul yang menempati tempatnya fail, otomatis juga merubah hukum i'rab maf'ul yang awalnya nashab menjadi rafa'. Contoh ضَرَبَ صَالِحٌ عَمْرًا menjadi ضُرِبَ عَمْرٌو

2. Ketentuan Fi'il Mabni Lilmajhul

Ketentuan yang ada pada fi'il mabni lilmajhul berbeda dengan ketentuan pada fi'il mabni lilfa'il. Hal ini bisa dilihat dari perubahan harakat pada setiap komponen huruf tersebut.
Perubahan harakat ini bukan hanya terjadi pada kata fiil madli saja, tetapi juga berlaku pada fi'il mudlari, bahkan antara fi'il madli dan mudlari' perubahannya pun berbeda. Ketentuan tersebut adalah sebagai berikut ;
  • Fiil Madli : ضُمَّ أوَّلُهُ وَكُسِرَ مَا قَبْلَ الاَخِيرِ 
(Harakat awal hurufnya dlammah dan harakat huruf sebelum akhir dikasrah) contoh ضَرَبَ menjadi ضُرِبَ
  • Fi'il Mudlari' : ضُمَّ أوَّلُهُ وَفُتِحَ مَا قَبْلَ الاَخِيرِ
(Harakat awal hurufnya dlammah dan harakat huruf sebelum akhir difathah) contoh يَضْرِبُ menjadi يُضْرَبُ
  • Pada fi'il madli dengan bina' ajwaf : Dikasrah awalnya seperti بِيْعَ , didlammah awalnya بُوْعَ, dikembalikan ke wazan awalnya بُيِعَ, ataupun dibaca imalah (bunyi antara fathah dan kasrah) بِيْعُ.

3. Sebab-Sebab Membuang Fa'il 

Membuang fa'il dalam struktur kalimat mabni lil majhul bukan tanpa alasan, ada alasan yang melatarbelakangi terbentuknya struktur kalimat mabni lil majhul tersebut. Ulama ahli bahasa Arab menyebutkan beberapa penyebab fa'il dibung. Berikut ini adalah beberapa penyebab dibuangnya fa'il;

1. لِلْعِلْمِ بِهِ

Pembuangan fa'il dan menggantinya dengan naibul fail adalah karena fa'il sudah pasti diketahui secara umum hanya melihat dari struktur kalimatnya. Contoh وَخُلِقَ الاِنسَانُ ضَعِيْفًا (Manusia diciptakan lemah).
Dalam struktur kalimat tersebut, sudah bisa kita ketahui bersama bahwa pencipta manusia adalah Allah swt. tanpa perlu menyebut fa'ilnya saja kita sudah bisa menebak.

2. لِلجَهْلِ بِهِ

Yang kedua ini bisa dibilang sebagai kebalikan yang pertama, yaitu fa'ilnya tidak diketahui secara pasti, contoh سُرِقَ البَيْتُ (rumah itu kemalingan). Dalam konteks contoh ini kita tidak tahu siapa pelaku pencurian di rumah tersebut.

3. للرَّغْبَةِ فِيْ إِخْفَائِهِ لِلاِبْهَامِ

Dalam konteks ini, si pengucap sudah tahu fa'ilnya tapi ia lebih suka untuk menyembunyikannya, sehingga fa'ilnya pun tidak disebut. Contoh, رُكِبَ الحِصَانُ (kuda itu dikendarai)

4. لِلْخَوْفِ عَلَيْهِ

Pernahkah kalian ditanyakan seseorang tentang pelaku suatu kejadian, tapi kalian tidak ingin menyebutkan pelakunya (fa'ilnya) karena kalian takut kalau misalkan nama pelakunya disebut akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada pelaku tersebut.
Konteks keempat ini kurang lebih seperti itu, fa'ilnya dibuang karena kita takut terjadi sesuatu pada fa'il tersebut. Contoh ضُرِبَ فُلاَنٌ (fulan dipukuli). Misalkan kita ingin melindungi nasib pelaku dan khawatir padanya kalau kita sebut namanya. Jika kita menyebut siapa pelakunya, pelakunya akan celaka.

5. لِلخَوْفِ مِنهُ

Jika yang keempat takut terjadi sesuatu pada failnya, yang kelima ini kita khawatir kita takut pada fa'ilnya, walaupun sebenarnya kita sudah tahu pelakunya. Misalkan failnya adalah orang jahat dan merupakan pelaku kriminal yang jika kita sebut fa'ilnya, ia akan mencelakai kita. Contoh سُرِقَ البَيْتُ (Rumah itu kemalingan).
Andaikan kita sebut pelaku pencurian rumah tersebut, pelaku tersebut akan mencelakai kita, walaupun kita tahu siapa pelakunya.

6. لِشَرَفِهِ

Yang keenam adalah untuk menjaga kemulyaan fa'il, agar namanya tidak tercoreng, sehingga kita enggan menyebut fa'ilnya siapa. Contoh عُمِلَ عَمَلٌ مُنْكَرٌ (sebuah pekerjaan munkar dilakukan). Kita tidak menyebut fa'ilnya dalam rangka menjaga kehormatan dan kemulyaannya.

7. لاَنّهُ لاَ يَتَعَلَّقُ بِدِكْرِهِ فَائِدَةٌ

Yang terakhir adalah, fa'ilnya dibuang karena memang tidak ada kegunaan yang spesifik apabila disebut, singkatnya adalah disebutpun tidak penting. Contoh وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا (Jika kalian diberi penghormatan, maka balaslah (penghormatan itu) dengan penghormatan yang lebih baik). Dalam contoh ini kita pahami bahwa tidak penting siapapun yang memberi penghormatan, yang terpenting adalah kita harus membalasnya dengan yang lebih baik.

Itulah beberapa penyebab struktur kalimat menjadi mabni lilmajhul dengan membuang fa'il di dalamnya.